Hardiknas 2021, Bupati Majalengka : Dunia Pendidikan harus bangkit ditengah pandemi Covid -19

  • Bagikan
memperingatan Hari Pendidikan Nasional ( Hardiknas) tahun 2021 bertempat di halaman kantor Dinas Pendidikan kab Majalengka Minggu (02/05/20).
Memperingatan Hari Pendidikan Nasional ( Hardiknas) tahun 2021 bertempat di halaman kantor Dinas Pendidikan kab Majalengka Minggu (02/05/20).

PJ. MAJALENGKA – Pendidikan di masa pandemi covid 19 harus bangkit kendati di masa-masa ini tidaklah mudah bagi para pendidik, pelajar, orang tua, serta semua yang menjalani aktivitas di tengah wabah yang masih melanda Dunia.

Hal tersebut dikatakan Bupati Majalengka Karna Sobahi saat memperingatan Hari Pendidikan Nasional ( Hardiknas) tahun 2021 bertempat di halaman kantor Dinas Pendidikan kab Majalengka Minggu (02/05/20).

Kata dia, pada hari Iahir Bapak Pendidikan Indonesia Ki Hajar Dewantara marilah kesampingkan sejenak segala kesulitan. Hari ini bangkitkan semangat untuk menyongsong lembaran baru pendidikan Indonesia.

Pemikiran Bapak Pendidikan Indonesia tersebut haruslah dijiwai dan hidupkan kembali agar lekas tercipta pendidikan yang berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia, serta terwujudnya kemerdekaan belajar yang sejati.

Lembaran baru pendidikan Indonesia berarti transformasi. Transformasi yang tetap bersandar pada sejarah bangsa, dan juga keberanian menciptakan sejarah baru yang gemilang.

“Saya ingin, anak-anak Indonesia menjadi pelajar yang menggenggam teguh falsafah Pancasila, pelajar yang merdeka sepanjang hayatnya, dan pelajar yang mampu menyongsong masa depan dengan percaya diri, ” kata Bupati.

Empat upaya perbaikan lanjut Ia, terus dikerjakan bersama berbagai elemen masyarakat. Pertama, perbaikan pada infrastruktur dan teknologi. Kedua, perbaikan kebijakan, prosedur, dan pendanaan, serta pemberian otonomi lebih bagi satuan pendidikan. Ketiga, perbaikan kepemimpinan, masyarakat, dan budaya. Keempat, perbaikan kurikulum, pedagogi, dan asesmen.

Terobosan-terobosan merdeka belajar betul – betul dapat menyasar seluruh masyarakat, mulai pendidik dan pelajar dari PAUD sampai pendidikan tinggi, orang tua, para wakil rakyat, pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, hingga dunia usaha dan dunia industri.

BACA JUGA :  Post Audit Desa, 1.285 Jadi Temuan APIP Majalengka

Krisis pandemi ini adalah ladang optimisme yang menunggu untuk kita panen. Krisis adalah kesempatan kita untuk menuai kemajuan. Saat ini ada sebagian yang sudah menerapkan pembelajaran tatap muka secara terbatas.

“Kita perlu memahami bahwa pandemi bukanlah satu-satunya tantangan yang kita hadapi. Di depan, masih membentang sederet tantangan yang akan dan harus kita lalui bersama. Mari kita lalui segala tantangan dengan inovasi dan solusi. Mari kita ciptakan sejarah yang gemilang dan tak terbantahkan oleh dunia. mewujudkan Merdeka Belajar akan semakin cepat terlaksana. Silih asah, silih asuh, dan silih asih. Saling memintarkan, saling menyayangi, dan saling memelihara, demi satu tujuan: SDM unggul, Indonesia maju,”ungkapannya.

Pemerintah Kabupaten Majalengka masih kata Bupati, telah berupaya untuk bangkit dari pandemi covid – 19 salah satunya dengan melaksanakan vaksinasi bagi para guru yang sampai saat ini sudah mencapai 80%. Dan tatap muka sudah dilaksanakan bagi wilayah hijau dengan tetap mematuhi prokes yang ketat serta pembelajaran di jadwal secara bergilir.

“Di hari yang mulia ini dan di bulan yang penuh kemenangan ini, saya ucapkan Selamat Hari Pendidikan Nasional. Mari bangkit dan pulih. Mari serentak bergerak, wujudkan Merdeka Belajar. Guru harus tetap fokus untuk peningkatan kwalitas pendidikan walaupun dengan situasi pandemi,” tutur Bupati.

Bupati sekaligus meloncing majalah Jurnal Pendidikan Bina Atikan yang di kelola oleh Dinas pendidikan sebagai ruang untuk menyampaikan program para guru.(
Bupati Majalengka Louncing majalah Jurnal Pendidikan Bina Atikan yang di kelola oleh Dinas pendidikan sebagai ruang untuk menyampaikan program para guru.Minggu (02/05/21).

Pada kesempatan tersebut Bupati sekaligus meloncing majalah Jurnal Pendidikan Bina Atikan yang di kelola oleh Dinas pendidikan sebagai ruang untuk menyampaikan program para guru.(Jan)

  • Bagikan