Scroll Untuk Melanjutkan Membaca
BEKASI

Kerjanya “Blepetan’ Tokmas Muaragembong Komplain

×

Kerjanya “Blepetan’ Tokmas Muaragembong Komplain

Sebarkan artikel ini

PJ. BEKASI – Muaragembong menjadi wilayah ujung Utara Kabupaten Bekasi, tak ayal warganya pun mengharapkan infrastruktur yang memadai. Kendati demikian, bukan berarti cuma asal dibangun.

Seperti halnya pada pembangunan lanjutan jalan Pantai Bakti-Bungin paket 1 (satu) yang mendapatkan kritik dari tokoh masyarakat sekitar lantaran kerjaan dinilai “blepetan’ sebab, cuma asal kerja. Bagai mana tidak, sejatinya pelaksanaan atau kontraktor sebagai pemegang kontrak memiliki fasilitas konstruksi sesuai keahliannya.

Namun, realitanya saat penggalian untuk pembangunan box culvert hanya mengandalkan tangan manusia tidak dengan alat berat atau eksavator.

“Parah itu kontraktor pasang papan informasi kegiatan kagak, lah menggalinya pake tenaga manusia kan itu batu cadas dan banyak kerang, yang kerja pada luka-tangannya, selain itu Box Culpret berat banget bisa tonan, dipasangnya pake manual. Lahh gimana mau rata,”kata Tokmas Muaragembong Nadris di lokasi kegiatan, Sabtu (06/07/24).

Menurutnya, lokasi pembangunan itu didominasi bebatuan dan juga batu karang, jika hanya dikerjakan menggunakan tenaga manusia dapat dipastikan tidak akan susui kontrak.

BACA JUGA :  Imbas Rob di Muaragembong Petani Tambak Merugi, Pemda Cuek

Menanggapi hal itu, de Consultan Pada Dinas Sumber Daya Air Bina Marga Bina Konstruksi (DSDABMBK) Kabupaten Bekasi Ade yang menggawangi beberapa kegiatan yang ada di Muaragembong mengatakan, sudah menegur pelaksana agar mengerjakan sesuai dengan spesifikasi yang sudah ditentukan dan disepakati dalam kontrak kerja.

Meskipun sudah ditegur, namun rupanya pengusaha konstruksi itu tidak mengindahkan peringatan tersebut.

“Ia bang bingung saya ge, saya suruh udah mungkin di pengawas bang saya WA belum dibales, Bunco juga belum bales,”kata ade dalam sambungan telponnya.

Ia menerangkan, kegiatan itu menggunakan sumber anggaran APBD Kabupaten Bekasi tahun 2024 dengan nilai Rp1 miliar.

Pengawas kegiatan pada DSDABMBK Kabupaten Bekasi Agus Sofyan Pengawas yang diamanatkan untuk dapat mengawasi saat dihubungi masih enggan menjawab akan adanya kegiatan yang dikomplain tokoh masyarakat.(End)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: POTRETJABAR.COM