Scroll Untuk Melanjutkan Membaca
Example 360x660
KARAWANG

Marak Pungli di Tempat Wisata, Tokmas Segarjaya Desak Polisi Bertindak

×

Marak Pungli di Tempat Wisata, Tokmas Segarjaya Desak Polisi Bertindak

Sebarkan artikel ini

Screenshot vidio : pengunjung wisata Pulau Putri di Desa Segarjaya Kecamatan Batujaya Kabupaten Karawang.

PJ.KARAWANG – Tempat wisata menjadi sasaran empuk bagi para oknum untuk melakukan aksi pungutan liar (Pungli) di Kabupaten Karawang Jawa Barat pasca hari Raya idul Fitri 1445 H.

Baru – baru ini dugaan pungli itu terjadi di wisata Pantai Pulau Putri Desa Segarjaya Kecamatan Batujaya. Bahkan, Tokoh Masyarakat (Tokmas) setempat mendesak agar pihak Kepolisian untuk segera bertindak para pelaku pungli agar tidak lagi meresahkan pengunjung.

“Ini sudah jadi ranah kepolisian, karenanya Polisi segera bertindak kasih pelajaran kepada oknum pelaku Pungli di Pulau Putri,”ujar Tokmas Segarjaya Lili Candra, Selasa (16/04/24).

Kabar dugaan marak Pungli itupun telah sampai ke Plt Camat Batujaya Irlan Suarlan. Kendati demikian, Ia memastikan bahwa pihak kecamatan yang dipimpinnya tidak pernah melakukan pungli ditempat wisata Pulau Putri.

“Tidak ada praktik pungli yang dilakukan pihak Kecamatan,”kata Irlan saat dihubungi.

BACA JUGA :  Polemik Mafia Tanah, Kades Cikuntul Meroket

Pasca Hari Raya Idhul Fitri, wisata laut itu pun menarik ribuan warga yang ingin melihat keindahan pesisir laut. Namun, sebelum masuk ke wisata pengunjung dipungut biaya.

Mulai dari Rp20 ribu untuk Pengandara motor dan Rp50 untuk pengendara bermobil, sebagaimana yang tertera pada tiket masuk yang berlogo Pemkab Karawang dan lembaga Desa setempat.

Dari biaya yang dipungut tersebut, jika dikalikan ribuan pengendara dapat menghasilkan ratusan juta. Entah kemana rimbanya hasil pungutan itu sebab, belum diketahui ketentuan yang menjadi dasarnya.

“Coba tanya ke pemerintah desa ya,”singkat Irlan.

Kendati begitu, sebagai pembina diwilayahnya Irlan mangaku sudah seringkali menghimbau kepada Pemerintah Desa Segar Jaya agar musyawarah terlebih dahulu sebelum ada biaya yang dipungut kepada para pengunjung.

“Sudah diarahkan untuk musyawarah desa sebelum pelaksanaan, makanya coba tanya ke Pemdes,”pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: POTRETJABAR.COM