Ini Kata Bupati Terkait Melonjaknya Kasus Covid-19 di Majalengka

Bupati Majalengka Karna Sobahi
Bupati Majalengka Karna Sobahi

PJ. MAJALENGKA – Bupati Majalengka Jawa Barat H Karna Sobahi menanggapi serius terkait melonjaknya kasus terkonfirmasi positif di Kabupaten Majalengka. Dirinya meminta semua pihak untuk ikut andil dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Majalengka dengan tidak bosan untuk menerapkan protokol kesehatan.

Sebab, lanjut Karna, sekarang ini kasus terkonfirmasi positif Covid-19 bukan lagi imported case, tapi sudah transmisi lokal seperti di Kecamatan Leuwimunding yang 9 orang dinyatakan positif Virus Corona.

“Ini harus dicegah oleh kita semua dengan selalu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir,”papar Karna usai menggelar video conference bersama para kepala puskesmas, para camat, para Kapolsek dan para Danramil se-Kabupaten Majalengka di ruang Setda Majalengka.

Turut mendampingi Sekretaris Daerah H Eman Suherman, Kepala Pelaksana BPBD Agus Permana, Kepala Dinas Kesehatan H. Alimudin dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Raden Muhamad Umar Ma’ruf.

Menurut Ketua Gugus Tugas Percepatan Penangangan Covid-19 Kabupaten Majalengka ini, daya jelajah penyebaran virus ini sudah sangat luar biasa karena banyak yang positif tidak mengalami gejala seperti pada umumnya.

BACA JUGA :  BBM Naik, Bekasi Harus Siap Hadapi Inflasi

Selain itu juga saat ini telah terjadi peningkatan jumlah kasus yang terus merangkak naik dalam beberapa bulan terakhir ini.

“Jika Maret-Juli 2020 itu Majalengka hanya memiliki 7 kasus positif Covid-19, tapi setelah dibuka Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) lonjakannya terus meningkat tajam dan saat ini sudah 55 orang positif,”kata Karna.

Karna mengemukakan, di Kabupaten Majalengka kasus imforted case virus Corona itu selain terjadi pada individu juga terbagi ke dalam beberapa kluster yakni Pamekasan Madura menimpa orang Malausma.

Kluster Medan menimpa Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas DP3KB bersama keluarganya. Kemudian, klaster rumah sakit di Cirebon yang menimpa perawat, dokter, dan tenaga kesehatan.

“Selanjutnya kluster Brebes menyerang warga Sindangkasih Majalengka dan klaster Semarang warga Kecamatan Leuwimunding,”paparnya.

Kebijakan saat ini, lanjut dia, Gugus Tugas memberlakukan isolasi mandiri bagi warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 yang tidak mengelami gejala.

Sedangkan yang memiliki penyakit penyerta dan perlu dirawat disediakan ruang isolasi di dua rumah sakit di Kabupaten Majalengka.

“Dari data yang kami peroleh kasus terkonfirmasi positif dari 26 kecamatan hanya ada 5 kecamatan yang masih zona hijau yakni Kecamatan Argapura, Kecamatan Maja, Kecamatan Bantarujeg, Kecamatan Talaga dan Kecamatan Sindang. Sedangkan kasus probable, suspek dan kontak erat semuanya kecamatan zona merah, “ungkapnya.

BACA JUGA :  Gubernur Jabar Disebut Hanya Beri Angin Segar

Karna mengatakan, sesuai dengan ketentuan terkait pelaksanaan uji swab itu harus 0,6 persen dari jumlah penduduk Majalengka yang kini 1,2 juta.

Untuk mencapai target itu sudah dilakukan yakni dengan tes swab bagi ASN, di pasar, tenaga kesehatan, yang memiliki kontak erat, anggota DPRD dan masyarakat lainnya.

“Langkah untuk mencegah penyebaran yang dilakukannya adalah memberikan edukasi kepada masyarakat, memberikan sanksi sosial, membeli mesin PCR dan kebijakan lainnya,”ucapnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Majalengka H Eman Suherman menambahkan kurva kasus Covid-19 di Majalengka setiap harinya mengalami lonjakan yang luar biasa.

Dirinya meminta masyarakat agar tidak pernah bosan menerapkan protokol kesehatan. Karena hanya langkah itu yang harus dilaksanakan oleh masyarakat, disamping pemerintah mengeluarkan berbagai langkah lainya.

“Sebelum vaksin dan obat ditemukan, langkah melawan virus Corona itu masyarakat jangan pernah lelah menerapkan protokol kesehatan.Itu kuncinya,”tuturnya.(Sul/PJ)

error: POTRETJABAR.COM