banner 728x90

Menjual Obat Covid-19 Diatas HET, Pengusaha Apotek di Cikarang Terancam Hukuman 5 Tahun

  • Bagikan
IMG 20210729 WA0006
Unit Reskrim Polres Metro Bekasi tunjukan barang bukti saat jumpa pers, Kamis, (29/07/21).

PJ. BEKASI – Jajaran Unit Reskrim Polres Metro Bekasi berhasil  menemukan  Apotek yang menjual ‘obat’ COVID-19 dengan harga sangat tinggi di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) di Japan Industri Cikarang Kota Kecamatan Cikarang Utara Kabupaten Bekasi.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi AKBP Andi Odang, mengatakan, berdasarkan informasi dari masyarkat diktahui bahwa Apotik BL menjual Obat Fluvir 75 Mg dan Obat jenis Azithromycin 500 Mg dengan harga diatas Het, kemudian Team Opsnal melakukan pengecekan untuk mendapatkan faktanya.

Barang bukti yang berhasil diamankan Polisi 10 tablet Obat Fluvir 75 mg, 5 Tablet Obat Azithromycin 500 mg, faktur pembelian berupa invoice dan kwtansi penjualan.

BACA JUGA :  Tidak Ada Kompromi, Polisi Bubarkan Caffe Nekat Beroperasi di Cikarang Timur

“Kami menemukan Apotek tersebut menjual obat antivirus dengan harga sangat tinggi, setelah sebelumnya melakukan penyelidikan berdasarkan laporan dari masyarakat, Kemudian kami lakukan pemeriksaan terhadap RH selaku Asisten Apoteker, RH membenarkan menjual Obat tersebut di atas HET, “kata Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi AKBP Andi Odang, Kamis, (29/7/21)

Modus operandi yang dilakukan kata Ia, menjual obat Fluvir tersebut dengan harga Rp. 27.500 per tabletnya, ketentuan HET saat Ini Rp.26.000 per tablet dan obat jenis Azithromycin 500 mg yang dijual dengan harga 500 0er tablet ketentuan Het saat ini 1.700 pertablet.

BACA JUGA :  Berkat Aksi Kang Emon Tukang Mainan, Dua Pelaku Begal Mendekam di Polsek Tambelang

Tambah Andi, tindak pidana menawarkan barang dan atau jasa yang ditujukan untuk diperdagangkan, menawarkan, memperomosikan, mengiklankan atau membuat pernyataan tidak benar menyesatkan harga tarif sebagai mana dimaksud dalam pasal 62 Jo 10 huruf A undang undang no 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen.

“Pelaku usaha yang melanggar ketentuan  dipidana penjara paling lama 5 tahun atau pidana denda sebesar 2 milyar, dan kami pun masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, “pungkasnya (Ful)

banner 728x90 banner 728x90 banner 728x90 banner 20x50 banner 20x50 banner 20x50
  • Bagikan
error: POTRETJABAR.COM