Bupati Majalengka Minta Polisi Tangkap Pelaku Pembunuh Petani Tebu

  • Bagikan
IMG 20211005 WA0001
bentrok perebutan lahan tebu, yang terjadi di daerah perbatasan Indramayu-Majalengka, Senin (4/10/21).

PJ. MAJALENGKA – Pemerintah Kabupaten Majalengka menyesalkan dan prihatin dengan meninggal dua orang warganya akibat bentrok perebutan lahan tebu, yang terjadi di daerah perbatasan Indramayu-Majalengka, Senin (4/10/21). Bentrokan sendiri terjadi di petak 112 wilayah Kerticala, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu.

Bupati Majalengka Karna Sobahi  mengatakan, dirinya menyesalkan perbuatan kriminal itu dan meminta aparat kepolisian segera menindak tegas para pelaku, agar mendapatkan hukuman untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya.

“Kami turut berduka cita atas meninggalnya warga kami warga kami yang tinggal di Desa Jatiraga Kecamatan Jatitujuh dan Desa Sumber Kulon  Kecamatan Jatitujuh yang menjadi korban penganiyaan oleh kelompok masa yang berasal dari Indramayu,”tuturnya.

BACA JUGA :  Tingkatkan Imunitas, RSUD Cideres Gelar Futsal Bersama PWI

Menurut dia, peristiwa ini seringkali terjadi dan perlu segera diselesaikan untuk dicarikan jalan keluarnya agar tidak ada lagi sengketa perebutan lahan.

“Saya mendesak kepada aparat kepolisian agar segera menangkap pelakunya dan memproses sebagaimana hukum yang berkeadilan,”kata Karna.

Pihaknya juga meminta kepada keluarga korban untuk bersabar dan bertawakal menerima kenyataan ini.

“Tentu sangat berat menerima kenyataan, semua orang pasti menyesalkan,”ujar Karna.

Karna juga mendesak kepada pimpinan pabrik gula, agar peristiwa yang seringkali terjadi ini, agar mencari solusi dan memastikan para petani penggarap lahan tanam tebu diberikan jaminan keselamatan.

BACA JUGA :  Potongan Tubuh Korban Mutilasi Ditemukan di Bekasi

“Ini harus segera ada solusi, agar tidak ada lagi korban jiwa dan petani tebu merasa aman,”tukasnya.

Hal senada diungkapkan Wakil Bupati Majalengka, Tarsono D Mardiana. Pihaknya juga mengecam aksi bentrok yang terjadi akibat perebutan penggarapan lahan pabrik gula.

“Kami pemerintah Kabupaten Majalengka prihatin dan meminta agar pengelola pabrik gula Jatitujuh agar lebih tegas dalam pengarapan lahan tebu,” kata Wakil Bupati Majalengka, Tarsono D Mardiana.

Menurut dia, akibat bantrokan antar warga itu, dua orang warga asal Kabupaten Majalengka bernama Suhenda dan Yayat meninggal dunia. (Sam)

  • Bagikan
error: POTRETJABAR.COM