Pasokan Air Tersendat Konsumen PDAM Bagian Utara Majalengka Mengeluh

  • Bagikan
IMG 20211029 WA0002
Konsumen PDAM Bagian Utara Majalengka Mengeluh

PJ. MAJALENGKA – Belakangan ini sejumlah konsumen PDAM di wilayah utara Kabupaten Majalengka yakni Kertajati Jatitujuh dan Ligung keluhkan tersendatnya distribusi air bersih.

Mereka mengaku hampir tiap hari air yang mereka perlukan tidak mengalir dengan lancar. Diduga tidak lancarnya aliran air bersih dari Perusahaan BUMD Kabupaten Majalengka ini akibat adanya pengeringan sungai Cijago yang sedang diperbaiki hingga berpengaruh terhadap Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang ada di dekat Bendungan Rentang Jatitujuh.

Hal itu dibenarkan Direktur utama PDAM Kabupaten Hj. Elina Lukitasari, menurut dia, kurangnya pasokan air PAM ke masyarakat di wilayah utara karena saat ini ada pengeringan saluran sungai Cijago oleh BBWS untuk kegiatan proyek normalisasi sungai.

BACA JUGA :  HUT Agraria ke 61, Wakil Bupati Majalengka Ancam Pecat Pegawai Terlibat Mafia Tanah

“Sementara reservoar ada disana, dan mengambil air dari situ”, ujar Elina saat ditemui wartawan di kantornya pada Kamis (28/10/21).

“Kita akan terus melakukan peningkatan pelayanan meski ditengah kekurangan debit air. Kami sudah berupaya dengan berbagai cara agar bisa mendapatkan air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, salah satunya dengan berkirim surat ke pihak BBWS meminta pengaturan jadwal pengeringan, namun sayang sampai saat ini belum membuahkan hasil”,kata Ia menambahkan..

Diakui Elin, sapaan akrab Hj. Elina Lukitasari, saat ini debit air yang ada di IPA Rentang Jatitujuh hanya berkisar 20 sampai 30 liter per detik, itu juga hanya cukup untuk empat hari, sehingga konsumen harus bergiliran untuk mendapatkan air.

BACA JUGA :  Soal Calon Ketua APDESI Majalengka, Toyib: Jangan Ada Tumpang Tindih Politik

“Oleh karena itu, untuk memenuhi kebutuhan konsumen kami pasok air dengan menggunakan mobil tangki yang kami miliki, inipun tetap harus bergiliran karena armada kami hanya ada 4 kendaraan”, jelas Elina.

Ditengah keterbatasan yang dihadapi, Elina mengakui bahwa pihaknya terus melakukan pengontrolan secara berkala untuk memastikan ketersediaan air untuk pelanggan tercukupi. Bahkan ia siap mengeluarkan biaya diluar anggaran yang telah di tetapkan asal konsumen bisa terlayani. (sam)

  • Bagikan
error: POTRETJABAR.COM