Stock Daging Cukup, Kemendag RI Pastikan Pedagang Sudah Bisa Jualan Kembali

  • Bagikan
Foto Redaksi
Foto Redaksi

PJ. BEKASI – Sekretaris Jendral Kementrian Perdagangan Suhanto didampingi Direktur Jendral Perdagangan Luar Negeri Kememtrian Perdagangan Didi Sumedi bersama Sekjen DPD APDI Yayan Suryana, meninjau langsung ketersediaan daging sapi di gudang PT Suri Nusantara Jaya yang beralamat di jalan Cilangkara Raya, Desa Sukasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi.

Kunjungan tersebut dilakukan oleh Suhanto guna memastikan ketersediaan daging sapi beku di gudang milik PT Suri Nusantara Jaya masih mencukupi untuk memenuhi permintaan pasar masyarakat di Jabodetabek selama tiga bulan kedepan.

“Di PT Suri Nusantara Jaya ini masih memiliki stok daging sebanyak 17.000 ton, Alhamdulillah para pedagang juga sudah kami pertemukan dan sudah komitmen dengan PT Suri Nusantara Jaya melalui Bu Diana Dewi, jadi mulai besok para pedagang sudah bisa berjualan kembali daging yang lebih murah dan terjangkau oleh masyarakat,” jelas Suhanto, Kamis (21/1/2021).

Ia juga menegaskan stok daging sapi saat ini tersedia untuk memenuhi kebutuhan Nasional. Kementerian Perdagangan menjamin permintaan daging sapi di pasar rakyat dapat terpenuhi.

BACA JUGA :  Guru Honorer Diangkat Jadi PPPK, Segini Besaran Gajinya

“Saat ini stok daging sapi tersedia cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional. Kemendag terus berupaya menjaga stok agar masyarakat tetap memiliki akses ke daging sapi,” tegasnya.

Sebelumnya, Dewan Pembina Daerah Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (DPD APDI) DKI Jakarta menyatakan melakukan mogok penjualan daging sapi di pasar rakyat se-Jadetabek karena ada kenaikan harga karkas ditingkat Rumah Pemotongan Hewan (RPH). Hal ini berdampak pada kenaikan harga daging sapi di tingkat pedagang.

Menanggapi hal tersebut, Suhanto menjelaskan, Kemendag telah berkoordinasi dengan APDI dan memperoleh informasi bahwa harga karkas di tingkat RPH mengalami penyesuaian sekitar 11,6—12,6 persen pada Januari 2021.

Dikatakan Suhanto, kenaikan harga karkas di RPH saat ini dipicu oleh kenaikan harga sapi bakalan asal Australia selama satu semester terakhir, yang pada Juni 2020 masih berada di kisaran USD 2,8/kg berat hidup dan kini pada Januari 2021 menjadi USD 3,78/kg berat hidup.

Faktor utama penyebab kenaikan harga sapi bakalan di Australia diakibatkan adanya program repopulasi, pemenuhan permintaan konsumsi dalam negeri, dan peningkatan permintaan dari negara lain terutama di tiga bulan terakhir di negara tersebut.

BACA JUGA :  Reuni 212, Polisi : Tetap Prokes Guna Meminimalisir Sebaran Covid-19
Foto Redaksi
Foto Redaksi

“Sebagai upaya menindaklanjuti mogok sebagian pedagang daging sapi di wilayah Jadetabek, dalam jangka pendek Kemendag telah berkoordinasi dengan pemasok daging sapi dan APDI untuk memastikan kelancaran distribusi pasokan dan ketersediaan daging di pasar di wilayah Jadetabek,” tandas Suhanto.

Suhanto menambahkan, Kemendag juga telah bertemu dengan para importir sapi bakalan dan mengimbau para importir untuk membantu menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga sapi bakalan sampai di RPH dengan harga yang dapat menjamin agar pedagang daging sapi di pasar rakyat tetap dapat berjualan dengan keuntungan yang wajar.

“Dalam kondisi saat ini, Kementerian Perdagangan terus berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian dan berbagai pihak lainnya agar harga daging sapi di tingkat eceran masih dapat dijangkau oleh masyarakat dengan ketersediaan yang cukup. Selain itu, Pemerintah akan mempersiapkan strategi baru sebagai alternatif guna memenuhi permintaan daging sapi,” tutup Suhanto.(Ade)

  • Bagikan
error: POTRETJABAR.COM