Tanjidor, Kesenian Khas Betawi yang Perlu Regenerasi

PJ. BEKASI – Seni Tanjidor merupakan salah satu kesenian khas Betawi yang terancam punah, karena generasi muda kurang meminati kesenian tradisional itu, terlebih usia para pegiatnya terbilang tua. Untuk itu diperlukan regenerasi dan pembinaan.
Hal itu disampaikan Camat Tarumajaya Dede Mauludin saat mengunjungi Group Kesenian Tanjidor Pusaka yang berlokasi di Kampung Tikungan, RT 001/021, Desa Segara jaya, Kecamatan Tarumajaya Kabupaten Bekasi.
“Bisa dilihat sendiri grup tanjidor ini personilnya sudah tua-tua. Kami dari Pemerintah Kecamatan maupun Pemkab Bekasi akan berusaha agar grup ini tetap eksis” ujarnya kepada potretjabar.com.
Menurut Dede,seni Tanjidor saat ini sulit berkembang sioring semakin maraknya seni-seni modern. Apalagi generasi muda, lebih memilih untuk berkecimpung di seni-seni modern dari pada mengembangkan kesenian tradisonal seperti Tanjidor,
“Kami akan upayakan ke Dinas Budaya Pemuda dan Olah Raga maupun Bidang Budaya dan Pariwisata agar segera dilakukan pembinaan bagi yang muda, agar grup Tanjidor Pusaka ini tidak punah” jelasnya
Menurut Asmat Bakhtiar anak dari Ketua Grup Tanjidor Pusaka, keberadaan grup tanjidor pusaka sudah berdiri dari jaman penjajahan Belanda sampai saat ini sudah sampai generasi ke lima
“Kami akan terus berusaha agar grup ini tetap lestari. Walaupun saat ini personilnya sudah sepuh semua, bahkan sudah ada beberapa yang telah meninggal dunia, kita akan lakukan regenerasi untuk personil dan bisa di lihat saat ini ada personil yang masih muda ikut main dalam tanjidor ini,” bebernya.
“Saya juga berharap kepada pemerintah daerah, agar ada perhatian idan sumbangsihnya agar tanjidor ini tetap eksis dan tidak punah” pungkasnya (Dam).











