Antisipasi Banjir Tahunan, Pemkab Bekasi Kebut Normalisasi Kali CBL

PJ.BEKASI — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi bergerak cepat mengebut penanganan infrastruktur pengendali banjir di wilayahnya. Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, meninjau langsung progres proyek normalisasi Kali Cikarang Bekasi Laut (CBL) yang melintasi wilayah Kecamatan Tambun Utara dan Sukawangi.
‎
‎Dalam peninjauan lapangan tersebut, Plt Bupati didampingi Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (DSDABMBK), Camat Tambun Utara, Camat Cibitung, serta personel Satpol PP Kabupaten Bekasi. Kunjungan ini dilakukan guna memastikan pengerjaan fisik berjalan optimal dan sesuai target sebelum puncak musim hujan tiba.
‎
‎Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, menyampaikan bahwa proses penertiban serta pemindahan bangunan liar (bangli) di sepanjang bantaran Kali CBL yang selama ini menyumbat aliran air telah diselesaikan secara kondusif.
‎
‎” Penertiban dan pemindahan bangunan liar di sepanjang bantaran Kali CBL yang selama ini menyumbat aliran air telah berhasil diselesaikan,” ungkap Asep di lokasi peninjauan.
‎
‎Asep menjelaskan, pengerjaan yang meliputi pengerukan dan penataan tanggul ini memperluas badan Kali CBL hingga mencapai lebar 55 meter.

Proyek ini mencakup penanganan sepanjang 6 hingga 7 kilometer ke arah Kali Bekasi, serta 10 kilometer untuk jalur penataan lanjutan. Total alokasi anggaran proyek ini mencapai Rp18 miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten Bekasi.
‎
‎” Melalui pengerjaan pengerukan dan penataan tanggul, lebar badan Kali CBL kini diperluas hingga 55 meter. Proyek ini mencakup pengerjaan sepanjang 6 hingga 7 kilometer ke arah Kali Bekasi serta 10 kilometer untuk jalur penataan lanjutan dengan alokasi anggaran Rp18 miliar dari APBD,” terangnya.
‎
‎Pemkab Bekasi mematok target seluruh rangkaian pengerjaan fisik infrastruktur ini rampung dalam waktu dua bulan ke depan. Dinas SDABMBK ditargetkan dapat merealisasikan pembangunan serta serapan anggaran minimal 97% hingga 100%.
‎
‎” Insyaallah dalam dua bulan ini pengerjaan kita kebut untuk infrastruktur. Kami mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Kabupaten Bekasi agar proyek penanganan banjir ini berjalan lancar,” pungkas Asep.
‎
‎Sementara itu, Feri selaku pelaksana pekerjaan normalisasi menjelaskan bahwa fokus teknis pengerjaan saat ini adalah memperlebar penampang penampungan air sungai, bukan sekadar pengerukan lumpur di dasar sungai.
‎
‎” Tujuan utama normalisasi ini adalah memperbesar penampang penampungan air agar debit air yang masuk dapat tertampung dengan baik dan tidak meluap ke desa-desa sekitar,” ujar Feri.
‎
‎Ia merinci, teknis pengerjaan difokuskan pada pemotongan dan pelebaran di sisi kiri sungai. Sungai yang semula berlebar 46 meter diperlebar menjadi 55 meter—terdapat penambahan lebar sekitar 9 meter di sisi kiri serta penambahan lebar tanggul sekitar 2 meter.
‎
‎”Sejauh ini, pelaksanaan proyek di area Sri Mahi hingga kawasan PT Brahma berjalan lancar tanpa kendala berarti. Selain pengerjaan fisik, kami juga gencar melakukan sosialisasi kepada pengelola eretan dan masyarakat setempat agar aliran air tetap aman dan aktivitas warga tidak terganggu,” imbuhnya.
‎
‎Dengan adanya normalisasi sepanjang 6 kilometer ini, Pemkab Bekasi optimistis potensi luapan air dan risiko banjir tahunan di Kabupaten Bekasi khususnya wilayah Sri Mahi, Tambun Utara, Sukawangi, dan sekitarnya dapat ditekan secara signifikan.

(Lut)










Tutup
error: POTRETJABAR.COM