Lagi, di Tengah Pandemi Citarum Meluap Tiga Desa di Muaragembong Kebanjiran

Jalan Lingkungan di Desa Pantai Bahagia terandam air (foto:Acep/potretjabar)
Air setinggi 20 cm menggenangi warga Kp. Gaga Desa Pantai Mekar Muaragembong. Senin (04/05/20) foto : Acep/potretjabar
Air setinggi 20 cm menggenangi warga Kp. Gaga Desa Pantai Mekar Muaragembong. Senin (04/05/20) foto : Acep/potretjabar

PJ. BEKASI – Lagi, ditengah kondisi pandemi Covid-19, tiga desa di Kecamatan Muaragembong Kabupaten Bekasi yakni Desa Pantai Mekar, Pantai Bahagia dan Desa Pantai Bakti dilanda banjir. Air akibat luapan Sungai Citarum itu sudah dua hari menggenangi permukiman warga sejauh ini belum ada tindakan dari pemerintah.

Agung (35) warga Kampung Gaga Desa Pantai Mekar mengatakan, sudah dua hari air setinggi 20 cm menggenangi permukiman warga, banjir itu akibat luapan sungai Citarum.

“Sudah sejak dua hari yang lalu rumah saya kerendam air, ada air kiriman jadi kali Citarum meluap, ” kata Agung kepada potretjabar.com.

Ada puluhan permukiman warga sekitar kata Ia, yang rumahnya terendam air setinggi 20 cm bukan cuma permukiman, akses jalan pun ikut terandam air sehingga warga yang hendak berktipitas jadi terganggu.

Sangat disayangkan tambah Ia, tidak ada respon dari pemerintahan setempat maupun pemerintah daerah, padahal kondisi seperti PSBB di tengah pandemi Covid-19 warga hanya menurut harapan perhatian terhadap pemerintah.

“Air sampai mengedangi badan jalan, setinggi 20 cm, sehingga akses jalan warga yang hendak menuju hilir dan hulu menjadi terhambat oleh genangan air,” ucapnya

Setiap sungai Citarum mendapatkan air kiriman sudah dapat dipastikan warga akan mengalami kebanjiran. Banjir di Kampung Gaga berasal dari anak Sungai Citarum yang mendapatkan supalai airnya dari Citarum. Sebab anak sungai ini sudah lama dangkal dan tidak ada normalisasi.

Rumah warga Desa Pantai Bahagia Muaragembong
Air memasuki Rumah warga Desa Pantai Bahagia Muaragembong. (Foto : Acep/potretjabar)

“Sampai kini rumah warga kebanjiran, belum ada bantuan dari pemerintah setempat, seperti karung atau perahu karet untuk evakuasi warga nanti nya. parahnya kepala Desa melihat dijalan yang tergenang air depan rumah warga cuma senyum saja, ” ucap Agung.

Warga berharap, agar anak Citarum segera dinormaliasi agar musibah banjir seperti ini tidak dirasakan lagi oleh warga.

Sementara Sekdes Pantai Mekar, Najudin mengatakan, untuk bantuan dari pemerintah Kabupaten bekasi belum ada untuk banjir kali ini, kendati begitu pihaknya masih mengaku masih memiliki stok karung yang apa bila diperlukan dapat digunakan.

“kami dari desa masih ada stok karung walaupun tidak banyak sisa banjir yang lalu, ” kata Ia.

Jalan Lingkungan di Desa Pantai Bahagia terandam air (foto:Acep/potretjabar)
Jalan Lingkungan di Desa Pantai Bahagia terandam air (foto:Acep/potretjabar)

Menurut dia wilayah Desa Pantai Mekar masih tergolong aman jika dibandingkan dengan dua desa tetangganya yakni Desa Pantai Bahagia dan Desa Pantai Bakti

“Alhamdulillah masih aman belum rawan, luapan kali Citarum ini, ” terangnya.

“Kalau di wilayah desa Pantai mekar sendiri masih bisa pengendara untuk melihat dijalan,” pungkasnya. (Cep)










Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup
error: POTRETJABAR.COM