Limbah Rajungan dan Kerang Jadi Peluang Ekonomi, PLN Nusantara Power UP Muara Tawar Gandeng Universitas Pertamina
PJ.BEKASI – PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan (UP) Muara Tawar terus mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal yang memiliki nilai ekonomi sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan.
Upaya tersebut diwujudkan melalui pelatihan pemanfaatan limbah krustasea, khususnya rajungan dan kerang, yang digelar melalui kolaborasi dengan Program Studi Kimia Universitas Pertamina di Kantor PLN Nusantara Power UP Muara Tawar.
Kegiatan ini dihadiri Manager Operasi PLN Nusantara Power UP Muara Tawar, Donar Parluhutan, serta masyarakat dari Desa Segarajaya dan Desa Pantai Makmur. Kedua wilayah tersebut memiliki potensi hasil laut yang cukup besar, termasuk rajungan dan kerang yang menghasilkan limbah dari aktivitas pengolahan masyarakat.
Manager Operasi PLN Nusantara Power UP Muara Tawar, Donar Parluhutan, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa limbah hasil pengolahan laut tidak selalu harus berakhir sebagai sisa yang tidak termanfaatkan.
Menurutnya, dengan pengolahan yang tepat, limbah krustasea masih memiliki potensi untuk dimanfaatkan dan dikembangkan menjadi produk yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, masyarakat diberikan pemahaman bahwa limbah hasil pengolahan laut tidak selalu harus berakhir sebagai sisa yang tidak termanfaatkan. Dengan pengolahan yang tepat, limbah krustasea masih dapat memiliki nilai guna dan berpotensi dikembangkan menjadi produk yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Donar.
Ia menjelaskan, kolaborasi bersama Program Studi Kimia Universitas Pertamina turut memperkuat kegiatan melalui pendekatan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.
Para peserta mendapatkan materi mengenai karakteristik limbah krustasea, potensi kandungan yang dapat dimanfaatkan, hingga alternatif pengolahannya. Materi tersebut kemudian diperkuat melalui praktik agar masyarakat dapat memahami proses pemanfaatan limbah secara langsung.
“Dengan kolaborasi bersama Program Studi Kimia Universitas Pertamina, kegiatan ini turut diperkuat melalui pendekatan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. Peserta mendapatkan materi sekaligus praktik sehingga dapat memahami proses pemanfaatan limbah krustasea secara langsung,” jelasnya.
Bagi masyarakat Desa Segarajaya dan Desa Pantai Makmur, pelatihan tersebut menjadi kesempatan untuk melihat potensi lain dari aktivitas pengolahan hasil laut yang selama ini dilakukan.
Limbah yang sebelumnya belum banyak dimanfaatkan diharapkan dapat dikembangkan menjadi bahan bernilai guna, sekaligus membuka peluang baru dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Donar menambahkan, kegiatan tersebut juga sejalan dengan upaya PLN Nusantara Power UP Muara Tawar dalam mendorong penerapan ekonomi sirkular di lingkungan masyarakat.
“Pemanfaatan kembali limbah diharapkan tidak hanya dapat membantu mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga menciptakan nilai tambah dari sumber daya yang tersedia di sekitar masyarakat,” tambahnya.
Melalui sinergi antara PLN Nusantara Power, Universitas Pertamina, dan masyarakat, pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mengembangkan inovasi pemanfaatan limbah hasil laut secara berkelanjutan.
Upaya tersebut sekaligus memperkuat komitmen PLN Nusantara Power UP Muara Tawar dalam menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berorientasi pada peningkatan kapasitas, kemandirian, serta keberlanjutan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
(Dam)











