banner 728x90

Bupati Eka Tutup Usia, Pemkab Bekasi Bisa Lumpuh?

  • Bagikan
Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja Izinkan Kegiatan Pesta Hajatan
Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja (alm)

PJ. BEKASI – Warga Kabupaten Bekasi sedang berduka atas meninggalnya Bupati Eka Supria Atmaja, Minggu (11/07/21) di RS. Siloam, Kelapa Dua Tangerang. Bagai mana dengan roda Pemerintahan Kabupaten Bekasi?.

Saat ini Pemkab Bekasi tidak memiliki Wakil Bupati yang dapat menggantikan tongkat kepemimpinan Bupati, dan kondisi itu diperparah tampa adanya Sekretaris Daerah (Sekda) definitf, kendati seleksi Calon Sekda sudah dijalankan, malah di PLH-kan yang kini dijabat oleh Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bekasi Herman Hanafi.

“Roda Pemerintahan Kabupaten Bekasi tentunya tidak maksimal, bahkan bisa saja Lumpuh, selepas Pak Bupati meninggal, kondisi itu diperburuk tidak ada Sekda definitif, orang nomor satu di Eksekutiv itu hanya di PLH-kan. Karenanya Mendagri harus cepat bertindak, “kata Ketua DKD Komnaspan Kabupaten Bekasi Samanhudi kepada potretjabar.com.

Jika dibiarkan terlalu lama kata Ia, warga Kabupaten Bekasi menjadi korbannya, bagaimana tidak pejabat setingkat eselon II (dua) yang ada juga tidak sedikit merangkap jabatan.

“Bekasi tanah kelahiran Saya, tentunya tidak ingin warga Bekasi menjadi korban, Pemerintahan harus tetep berjalan dan masyarakat wajib mendapatkan pelayanan dari Pemerintah, ” ungkap Ia.

BACA JUGA :  Selamat Ulang Tahun ke-60, Presiden Jokowi!

Dikutip dari tirto.id, Kementerian Dalam Negeri menegaskan Pemerintah Kabupaten Bekasi akan berjalan meski Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja meninggal, Minggu (11/7/2021).

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri Benny Irwan mengatakan, Kemendagri sudah menaruh atensi setelah Eka meninggal. Kemendagri memastikan pemerintahan tetap berjalan sesuai mekanisme perundang-undangan.

“Tidak ada kekosongan pimpinan di Kabupaten Bekasi karena sesuai peraturan perundang-undangan, saat ini Plt. Sekda akan melaksanakan tugas kepala daerah sehari-hari (Plh Kdh),” kata Benny dalam keterangan, Senin (11/7/2021).

Sebagai catatan, Eka menjadi Bupati Bekasi menggantikan Bupati definitif Neneng Hasanah. Neneng kini berstatus narapidana setelah divonis bersalah dalam korupsi menerima hadiah atau janji dalam proyek Meikarta sesuai Putusan PN Nomor 15/Pid.Sus-TPK/2019/PN.Bdg tanggal 29 Mei 2019.

Setelah Eka dilantik sebagai bupati definitif, kursi wakil bupati kosong. Berdasarkan informasi yang dihimpun, DPRD Bekasi memilih Ahmad Marjuki, seorang pengusaha pengolahan limbah di Bekasi hingga Karawang.

BACA JUGA :  Sebaiknya Jangan Buka Medsos Saat Sedang Berduka, Ini Alasannya

Namun Marjuki tidak kunjung dilantik karena pemilihannya dinilai cacat hukum oleh Pemprov Jawa Barat. Benny mengatakan, pemerintah pusat juga akan mengeluarkan surat ke pemerintah daerah setelah Eka meninggal.

Oleh karena itu, ia memastikan pemerintahan Bekasi dimonitor pemerintah pusat. “Hal ini sudah menjadi perhatian Kemendagri dan sudah dikoordinasikan dengan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat untuk ditindaklanjut sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Benny.

Eka meninggal dunia, Minggu (12/7/2021). Ia meninggal di Rumah Sakit Siloam Tangerang selama 10 hari karena terkonfirmasi positif COVID-19. Kabar meninggal Eka dibenarkan Wakil Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) Ade Yasin. Ade menuturkan Eka meninggal sekitar pukul 21.30 WIB, Minggu (11/7/2021).

“Bulan Juli baru berjalan beberapa hari, isi kabar hampir semua berita kehilangan, kabar duka di mana-mana. Duka saya yang mendalam atas berpulangnya sahabat saya [Eka Supria Atmaja],” ungkap Ade Yasin saat dihubungi Antara, Minggu.(*/red).

banner 728x90 banner 728x90 banner 728x90 banner 20x50 banner 20x50 banner 20x50
  • Bagikan
error: POTRETJABAR.COM