banner 728x90

HMI Komisariat STIE Tribuana Bekasi Geram, Gegara Anggota DPR RI Stetment ini

  • Bagikan
Foto Redaksi
Foto Redaksi

PJ. BEKASI – Pernyataan Anggota Komisi V DPR RI dari fraksi PAN asal Jambi,  Bakri HM yang menyebut tidak ada yang istimewa di Nusa Tenggara Timur (NTT), kecuali hanya komodo. Rupanya statment itu membuat geram masyarakat NTT.

Begitupun dengan Ketua Umum HMI Komisariat STIE Tribuana Bekasi Virgiawan Listanto Djaha yang juga salah satu Putra daerah Asal NTT (Alor) yang berdomisili di Bekasi yang geram dengan statemen Bakhri tersebut.

Dalam video yang beredar di media sosial (Facebook, Instagram, WhatsApp, Twitter, TikTok) ada potongan ucapan Bakri saat rapat Komisi V DPR RI bersama Dirjen Cipta Karya dan Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) pada Selasa (26/1/2021).

Dalam video itu Bakri mengatakan, “Saya kemarin diajak teman-teman komisi V (DPR) kunjungan ke NTT. Tidak ada yang istimewa di sana, Paling yang istimewanya komodo saja,” kata Bakri dalam potongan video yang viral tersebut.

Pernyataan Bakri mengalami pro kontra yang mewarnai jagad media sosial, mayoritas Masyarakat NTT di media sosial yang berada di berbagai wilayah NKRI pun mengecamnya.

Selang beberapa hari Anggota Komisi V DPR RI fraksi PAN (Partai Amanat Nasional) pun meminta maaf atas pernyataannya tersebut yang sudah di rilis beberapa media nasional. Dia mengatakan kalau hal itu disebabkan karena kecemburuan sesaat kepada pemerintah yang tidak memberikan perhatian wisata di daerah lain.

BACA JUGA :  Resmi Dioperasikan Kementrian Pelaku Usaha di Bekasi Mengeluh, OSS-RBA Masih Eror

“Jadi kecemburuan lah, kita juga minta pemerintah pusat bagi-bagi juga kita ini di dapil Anggota Komisi V, cuma bahasa saya tidak ada yang istimewa itu yang membuat mereka merasa direndahkan,” ujar Ketua Umum HMI Komisariat STIE Tribuana Bekasi Virgiawan Listanto Djaha yang juga salah satu Putra daerah Asal NTT (Alor) yang berdomisili di Bekasi kepada Wartawan, Selasa.(2/2/21).

Walaupun sudah meminta maaf Ketua Umum HMI Komisariat STIE Tribuana Virgiawan Listanto Djaha yang berdomisili di Bekasi ikut mengecam keras statemen Bakri HM.

”Saya sangat menyayangkan perkataan dari seorang Wakil Rakyat Bapak Bakri terkait daerah asal saya NTT, seharusnya seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat itu harus memahami betul kemajemukan yang ada di Indonesia ini. Toh jika memang ada kecemburuan perihal anggaran saya rasa anggota dewan lebih paham lah soal mekanisme pengajuan nya tidak perlu untuk menjatuhkan daerah yang lain”.kata Virgiawan.

Virgiawan menyatakan, dampak statemen Bakri atas dasar kecemburuan ini bisa menimbulkan perpecahan bagi Bangsa Indonesia karena terlalu membandingkan-bandingkan daerah. Sudah jelas didalam Peraturan DPR RI nomor 1 tahun 2015 tentang Kode Etik Dewan Perwakilan Rakyat bahwasanya seorang anggota dewan dalam memperjuangkan aspirasi tidak boleh memandang suku, ras, agama, dan gender.

Indonesia merupakan negara yang banyak sekali tempat-tempat wisata yang bisa dikunjungi, bukan hanya NTT tapi ada Papua, Ambon, Bali, Kalimantan. Di setiap daerah memiliki tempat-tempat wisata bahkan di Jampi sekalipun punya daerah wisata. Maka dari itu seorang anggota dewan seorang anggota dewan harus bersikap obyektif dalam memandang sebuah permasalahan’. Pungkas Virgiawan

BACA JUGA :  Gempa Darat M 3,3 di Kedalaman 6 Km Terjadi di Tegal

Menurut Virgiawan selain berdampak pada perpecahan statement Bakhri juga berdampak pada Pendapatan Ekonomi masyarakat di daerah NTT

“Statemen Pak Bahri HM sangat menyakiti hati masyarakat NTT selain berdampak pada perpecahan, dampak dari segi ekonomi pun bisa dirasakan oleh masyarakat NTT yang sebagian pendapatan sehari-harinya bergantung pada sektor pariwisata.  Pada akhirnya  investor maupun wisatawan mancanegara maupun dalam negeri yang ingin berkunjung ke NTT akan menunda perjalanannya karena statemen dari pak Bakri tersebut. Padahal di NTT punya banyak sekali daerah wisata yang bisa dikunjungi,”ucap Virgiawan.

Pada Tahun 2020 Indonesia resmi dinyatakan mengalami resesi ekonomi sebagai dampak dari wabah pandemi Covid-19 yang membuat pertumbuhan laju ekonomi melambatVirgiawan pun menyarankan Bakhri untuk fokus dalam pemulihan ekonomi Indonesia melalui pariwisata dengan membangun kerjasama dengan pihak-pihak terkait .

“Awal tahun 2020 kita diserang pandemi Covid, menjelang akhir tahun kita dinyatakan resesi. Lebih baik bangun kerjasama untuk pemulihan ekonomi melalui bidang pariwisata bukan repot dengan daerah mana yang lebih bagus pariwisatanya,”pungkasnya.  (Far).

banner 728x90 banner 728x90 banner 728x90 banner 20x50 banner 20x50 banner 20x50
  • Bagikan
error: POTRETJABAR.COM