Kijaga Kali Ngamuk! Excavator Keruk Tanah Tanggul Kali Cikarang Malam Hari
PJ.BEKASI – Aktivitas pengerukan tanah pada tanggul Kali Cikarang menggunakan alat berat excavator pada malam hari menuai protes dari aktivis lingkungan yang dikenal dengan sebutan Kijaga Kali. Ia turun langsung ke lokasi setelah menerima informasi dari warga terkait pengerukan yang dikhawatirkan menyebabkan kondisi tanggul menyusut.
Peristiwa tersebut terjadi di Desa Sukaindah, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi, Sabtu (10/10/2026) malam.
Dalam video yang diterima redaksi, Kijaga Kali terlihat mendatangi lokasi dan memprotes aktivitas pengerukan tanah tanggul yang dilakukan menggunakan excavator. Tanah hasil pengerukan diketahui diangkut menggunakan dump truck.
“Gak boleh ini, gak boleh diangkatin ini tanah kali. Buat apa ini? Gak boleh ada pengerusakan ini tanah tanggul,” tegas Kijaga Kali dalam rekaman video tersebut.
Ia juga meminta operator alat berat menghentikan aktivitas pengerukan dan meninggalkan lokasi.
“Keluar, keluar… gak boleh!” teriaknya kepada pengemudi excavator.
Kijaga Kali menilai tanah pada tanggul Kali Cikarang tidak boleh sembarangan dikeruk karena tanggul tersebut telah dibangun pemerintah untuk mendukung fungsi pengamanan aliran sungai.
Pengerukan itu pun memunculkan pertanyaan mengenai tujuan pengambilan tanah, pihak yang melakukan kegiatan, serta ada atau tidaknya izin dan persetujuan dari instansi berwenang.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diketahui secara pasti peruntukan tanah hasil pengerukan tersebut, termasuk apakah materialnya digunakan untuk kegiatan pengurugan di lokasi lain.
Belum ada pula keterangan resmi dari pihak pelaksana kegiatan maupun instansi pemerintah terkait mengenai dasar pelaksanaan pengerukan tersebut.
Apabila ditemukan pelanggaran, penanganan perlu dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku agar fungsi tanggul tetap terjaga dan kepentingan masyarakat di sekitar aliran sungai tidak terabaikan.
(End)











