BEKASI  

Kurun Waktu 7 Bulan Pipa PT. Pertamina EP Dua Kali Bocor, Warga Cabangbungin Nuntut ini

PT. Pertamina EP di Jalan Raya Jaya Bakti Kecamatan Cabangbungin. (Foto : Sundang/potretjabar)
PT. Pertamina EP di Jalan Raya Jaya Bakti Kecamatan Cabangbungin. (Foto : Sundang/potretjabar)

PJ. BEKASI – Dalam kurun waktu tujuh bulan Pipa PT. Pertamina EP yang melintasi Desa Lenggahsari Kecamatan Cabangbungin Kabupaten Bekasi diketahui sudah dua kali mengalami kebocoran, warga sekitar merasa resah dan khawatir akan keselamatannya karenanya warga menuntut agar PT. Pertamina EP rutin melakukan pengecekan agar tidak terulang kembali.

Ketua RW Desa Lenggahsari Marsim mengatakan, pipa milik PT. Pertamina EP yang melintasi di wilayahnya Rabu (01/07) kemarin kembali bocor dan menimbulkan bau gas yang menyengat. Kejadian pipa bocor bukan cuma kali ini saja, kata dia dalam kurun tujuh bulan kebelakang sudah mengalami dia kali kebocoran.

Kejadian seperti ini kata Marsim, membuat warga sekitar resah lantaran takut melintasi lintasinya, terlebih titik lokasi bocor ada di areal persawahan yang menjadi mayoritas usaha warga sekitar sebagai petani.

Semburan air bercampur Gas akibat pipa gas Pertamina bocor
Semburan air bercampur Gas akibat pipa gas Pertamina bocor
Salah seorang pegawai Desa Lenggahsari menunjukan pipa gas Pertamina yang bocor.
Salah seorang pegawai Desa Lenggahsari menunjukan pipa gas Pertamina yang bocor.

“Benar dalam tujuh bulan ini sudah dua kali mengalami kebocoran, saya sebagai masyarakat resah,dan warga juga yang mau pergi ke sawah juga resah karena ada kebocoran seperti ituh, dia takut mabok”kata RW Marsim kepada potretjabar.com.

BACA JUGA :  Gegara Jembatan, Dewan Sebut Perencanaan DSDABMBK Asal "Goblek'

Sebagai ketua RW lanjut Ia, pihaknya menuntut agar kejadian pipa bocor seperti ini tidak terulang kembali karenanya PT. Pertamina EP meski rajin cek kondisi pipanya yang melintasi Desa Lenggahsari Kecamatan Cabangbungin.

“Yang penting sama-sama enak, Saya mohon dari pihak Pertamina rutin setiap bulan atau satu Minggu, ada pengecekan areal pipa ini, selama ini belum ada pengecekan sekali dari pihak Pertamina, “ungkapnya.

Sebelumnya, pipa bocor itu pertamakali ditemukan oleh Nenek Tarsih salah seorang warga sekitar, kata Ia disaat dirinya sedang menggembala kambingnya di areal persawahan, kemudian tercium bau gas.

Setelah ditelusuri rupanya bau gas itu berasal dari pipa gas yang bocor, keberadaan pipa bocor itu ada di areal persawahan tempat kambing Nenek Tarsih, dengan terkejut nNenek Tarsih berlari alias ngacir.

“Takut aye lagi giring kambing ampe lari ngacir orang ituh berbunyi ini bau gas ilok ada orang masak di sawah terus lari ayeh, secepatnya lah aye minta didandanin jangan ampe begituh, kalau meleduk nanti kebawa lagi, ” ujar Nenek Tarsih warga sekitar Rabu kemarin (01/07/20)

BACA JUGA :  Lansia Adik Kakak ini Butuh Sentuhan Pemerintah

Berselang satu hari kemudian, tim teknisi dari PT Pertamina Ilham Munandar baru meninjau lokasi pipa bocor tersebut, Ia pun tidak banyak menerangkan soal pipa bocor tersebut.

Tim teknisi PT. Pertamina bersama perangkat Desa Lenggahsari saat tinjau lokasi pipa bocor (Foto : Supardi/potretjabar)
Tim teknisi PT. Pertamina bersama perangkat Desa Lenggahsari saat tinjau lokasi pipa bocor (Foto : Supardi/potretjabar)

“saya orang kerja, saya gak tau, yang tau ituh orang oprasi , saya hanya teknisi, kalo disuruh kesini ya saya kesini,”kata Ilham dilokasi.

Sementara Kaur Desa Lenggahsari Suharto mengatakan, kedalaman pipa Pertamina yang dipendam tidak begitu dalam. Hal itu yang menjadi penyebabnya, Ia mengaku mengetahui itu pada saat pengerjaanya.

“Pada saat pengerjaan pembebasan kedalaman yang tertuang di surat perintah kerja itu dalamnya satu setengah meter dan lebar nya lima puluh sentimeter dan pada saat pengerjaan kedalaman itu hanya empat puluh Cm, bahkan ada yang sepuluh Cm bahkan ada yang sama sekali tidak dipendam, “ungkapnya.

“Saya berharap ada pengalian ulang lagi,dan menambahkan kedalaman sesuai dengan Rab yang ada “imbuhnya.(Sup/End)

error: POTRETJABAR.COM