Perkuat Ketahanan Pangan Daerah Normalisasi Sungai Digalakkan

PJ.‎BEKASI – Memperkuat ketahanan pangan daerah. Pemerintah Kabupaten Bekasi terus menggalakan dan mendorong pembangunan infrastruktur pengairan, salah satunya melalui percepatan normalisasi sungai guna menjaga produktivitas lahan pertanian.

‎Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja mengatakan, normalisasi sungai tidak hanya menjadi langkah pengendalian banjir, tetapi juga bagian dari upaya menjaga ketersediaan air bagi sektor pertanian, terutama saat menghadapi ancaman kekeringan.

‎“Memang sudah 40 rumah yang sudah kita gusur untuk normalisasi, karena kalau enggak kita normalisasi, ada 1.500 hektare sawah yang bisa terdampak kekeringan,” jelas Asep.

‎Pernyataan tersebut disampaikan Asep seusai mengikuti apel pengibaran bendera Merah Putih di Plaza Swatantra Wibawa Mukti, Kompleks Pemerintah Kabupaten Bekasi, dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Bekasi ke-76 sekaligus HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

‎Menurut Asep, normalisasi dilakukan di sejumlah titik, termasuk aliran BKG 15 hingga BKG 34 di wilayah Pebayuran, Muaragembong, serta aliran CBL.

‎Khusus di aliran CBL, proses normalisasi membutuhkan penertiban sejumlah bangunan yang berdiri di area yang akan dikembalikan fungsinya sebagai aliran sungai.

‎“CBL pun kita lagi lakukan normalisasi, makanya banyak juga penggusuran-penggusuran,” ujar Asep.

‎Ia menegaskan, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan sistem pengairan dapat berfungsi optimal sehingga lahan pertanian tetap mendapatkan pasokan air yang memadai.

‎“Sekarang sedang normalisasi. Banyak sekali normalisasi, di antaranya BKG 15 sampai BKG 34 di Pebayuran. Kalau yang di Muaragembong kita sudah lancar,” ungkapnya.

‎Asep mengatakan, penguatan ketahanan pangan harus menjadi bagian penting dalam pembangunan Kabupaten Bekasi. Infrastruktur pengairan yang baik dinilai dapat membantu melindungi lahan pertanian dari ancaman kekeringan sekaligus mendukung keberlanjutan produksi pangan.

‎Menurutnya, pembangunan daerah tidak cukup hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga harus memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat, termasuk para petani.

‎Momentum Hari Jadi Kabupaten Bekasi ke-76 dan HUT ke-81 RI, lanjut Asep, menjadi pengingat agar seluruh elemen masyarakat bersama-sama mengisi kemerdekaan melalui kerja keras, kedisiplinan, serta kontribusi nyata terhadap pembangunan.

‎“Kita harus terus berjuang. Perjuangan kita saat ini tidak mudah, yaitu menjaga keutuhan bangsa Indonesia,” katanya.

‎Asep juga mengajak generasi muda untuk mengambil bagian dalam pembangunan daerah dengan meningkatkan semangat belajar dan kedisiplinan.

‎“Untuk generasi muda, tetap semangat! Teruslah belajar dan jangan lupa untuk selalu disiplin,” pesannya.

‎Ia menilai generasi muda memiliki peran strategis dalam menentukan masa depan Kabupaten Bekasi. Keterlibatan pelajar dalam Paskibraka, tim musik, Pramuka, dan berbagai kegiatan peringatan kemerdekaan menjadi salah satu bentuk kontribusi generasi penerus.

‎“Generasi penerus ke depan ini benar-benar harus menjadi generasi yang disiplin,” tuturnya.

‎Asep optimistis Kabupaten Bekasi dapat terus berkembang menjadi daerah yang semakin maju dan sejahtera. Penguatan ketahanan pangan, pembangunan infrastruktur, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia dinilai menjadi bagian penting dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.

‎“Insya Allah Bekasi ke depannya akan bangkit dan lebih sejahtera menyongsong Indonesia Maju 2045,” kata Asep.

‎Dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Bekasi ke-76 dan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, pemerintah daerah juga akan menggelar sejumlah kegiatan secara sederhana dengan tetap memperhatikan efisiensi anggaran.

‎“Iya, kayaknya enggak ada apa-apa. Sederhana saja yang penting memeriahkan,” pungkasnya.

‎Asep pun menyampaikan ucapan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bekasi.

‎“Selamat Hari Jadi Kabupaten Bekasi yang ke-76 dan selamat merayakan HUT RI yang ke-81. Mari kita tetap semangat,” ujarnya.

(Lut)


PJ.‎BEKASI – Memperkuat ketahanan pangan daerah. Pemerintah Kabupaten Bekasi terus menggalakan dan mendorong pembangunan infrastruktur pengairan, salah satunya melalui percepatan normalisasi sungai guna menjaga produktivitas lahan pertanian.

‎Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja mengatakan, normalisasi sungai tidak hanya menjadi langkah pengendalian banjir, tetapi juga bagian dari upaya menjaga ketersediaan air bagi sektor pertanian, terutama saat menghadapi ancaman kekeringan.

‎“Memang sudah 40 rumah yang sudah kita gusur untuk normalisasi, karena kalau enggak kita normalisasi, ada 1.500 hektare sawah yang bisa terdampak kekeringan,” jelas Asep.

‎Pernyataan tersebut disampaikan Asep seusai mengikuti apel pengibaran bendera Merah Putih di Plaza Swatantra Wibawa Mukti, Kompleks Pemerintah Kabupaten Bekasi, dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Bekasi ke-76 sekaligus HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

‎Menurut Asep, normalisasi dilakukan di sejumlah titik, termasuk aliran BKG 15 hingga BKG 34 di wilayah Pebayuran, Muaragembong, serta aliran CBL.

‎Khusus di aliran CBL, proses normalisasi membutuhkan penertiban sejumlah bangunan yang berdiri di area yang akan dikembalikan fungsinya sebagai aliran sungai.

‎“CBL pun kita lagi lakukan normalisasi, makanya banyak juga penggusuran-penggusuran,” ujar Asep.

‎Ia menegaskan, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan sistem pengairan dapat berfungsi optimal sehingga lahan pertanian tetap mendapatkan pasokan air yang memadai.

‎“Sekarang sedang normalisasi. Banyak sekali normalisasi, di antaranya BKG 15 sampai BKG 34 di Pebayuran. Kalau yang di Muaragembong kita sudah lancar,” ungkapnya.

‎Asep mengatakan, penguatan ketahanan pangan harus menjadi bagian penting dalam pembangunan Kabupaten Bekasi. Infrastruktur pengairan yang baik dinilai dapat membantu melindungi lahan pertanian dari ancaman kekeringan sekaligus mendukung keberlanjutan produksi pangan.

‎Menurutnya, pembangunan daerah tidak cukup hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga harus memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat, termasuk para petani.

‎Momentum Hari Jadi Kabupaten Bekasi ke-76 dan HUT ke-81 RI, lanjut Asep, menjadi pengingat agar seluruh elemen masyarakat bersama-sama mengisi kemerdekaan melalui kerja keras, kedisiplinan, serta kontribusi nyata terhadap pembangunan.

‎“Kita harus terus berjuang. Perjuangan kita saat ini tidak mudah, yaitu menjaga keutuhan bangsa Indonesia,” katanya.

‎Asep juga mengajak generasi muda untuk mengambil bagian dalam pembangunan daerah dengan meningkatkan semangat belajar dan kedisiplinan.

‎“Untuk generasi muda, tetap semangat! Teruslah belajar dan jangan lupa untuk selalu disiplin,” pesannya.

‎Ia menilai generasi muda memiliki peran strategis dalam menentukan masa depan Kabupaten Bekasi. Keterlibatan pelajar dalam Paskibraka, tim musik, Pramuka, dan berbagai kegiatan peringatan kemerdekaan menjadi salah satu bentuk kontribusi generasi penerus.

‎“Generasi penerus ke depan ini benar-benar harus menjadi generasi yang disiplin,” tuturnya.

‎Asep optimistis Kabupaten Bekasi dapat terus berkembang menjadi daerah yang semakin maju dan sejahtera. Penguatan ketahanan pangan, pembangunan infrastruktur, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia dinilai menjadi bagian penting dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.

‎“Insya Allah Bekasi ke depannya akan bangkit dan lebih sejahtera menyongsong Indonesia Maju 2045,” kata Asep.

‎Dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Bekasi ke-76 dan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, pemerintah daerah juga akan menggelar sejumlah kegiatan secara sederhana dengan tetap memperhatikan efisiensi anggaran.

‎“Iya, kayaknya enggak ada apa-apa. Sederhana saja yang penting memeriahkan,” pungkasnya.

‎Asep pun menyampaikan ucapan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bekasi.

‎“Selamat Hari Jadi Kabupaten Bekasi yang ke-76 dan selamat merayakan HUT RI yang ke-81. Mari kita tetap semangat,” ujarnya.

(Lut)










Tutup
error: POTRETJABAR.COM