Perumahan Cinity Disebut Bagian Penyebab Banjir Kali Ulu

PJ.BEKASI – Banjir yang melanda kawasan Kali Ulu pada Januari 2026 memicu gelombang kritik warga terhadap proyek pembangunan perumahan Cinity. Dalam audiensi yang mempertemukan warga, DPRD Kabupaten Bekasi, PC PMII Kabupaten Bekasi, serta pihak pengembang, muncul dugaan kuat bahwa sistem drainase proyek tidak dibangun sesuai ketentuan teknis.

‎Perwakilan PC PMII Kabupaten Bekasi, Ainur Rofiq, menegaskan banjir tersebut merupakan kejadian tidak biasa bagi warga Kali Ulu. Selama hampir satu dekade terakhir, wilayah itu relatif bebas genangan hingga pembangunan klaster baru dimulai.

‎“ Dalam 10 tahun terakhir tidak pernah banjir. Setelah ada proyek pembangunan Cinity, Januari 2026 kemarin warga terdampak banjir,” kata Ainu usai audiensi.

‎Menurutnya, persoalan utama diduga terletak pada perencanaan drainase yang tidak matang, mulai dari saluran tersier, sekunder, hingga primer. Kondisi ini diperparah oleh kemiringan lahan dan perbedaan elevasi antara kawasan perumahan baru dan permukiman warga.

‎Ainur menjelaskan, posisi perumahan yang lebih tinggi sekitar satu meter menyebabkan limpasan air langsung mengarah ke rumah warga. Selain itu, warga menyoroti penyempitan saluran pembuangan di wilayah Blok D menuju GCC, termasuk gorong-gorong yang dinilai tidak berfungsi optimal karena sebagian tertutup.

‎Situasi tersebut memicu kritik terhadap perencanaan pembangunan yang dianggap kurang mempertimbangkan dampak lingkungan sekitar. Warga menilai proyek pembangunan seharusnya tidak menciptakan risiko baru bagi kawasan yang sebelumnya stabil.

‎Dalam pertemuan itu disepakati dua langkah utama, yakni evaluasi teknis sistem drainase oleh konsultan independen dan komitmen pengembang untuk menyesuaikan proyek dengan Peraturan Daerah, termasuk pemenuhan dokumen AMDAL atau UKL- UPL.

‎Meski bersikap kritis, Ainu menegaskan warga tidak bermaksud menghambat pembangunan.

‎“ Kami tidak pernah mengganggu proyek. Yang penting warga tidak terdampak banjir dan bisa hidup berdampingan dengan pembangunan,” ujarnya.

‎Forum warga bersama PC PMII menyatakan akan terus mengawal proses evaluasi, termasuk menyoroti kelengkapan perizinan serta penyediaan fasilitas sosial dan fasilitas umum proyek.

‎Menanggapi keluhan tersebut, perwakilan pengembang Zenith mengakui banjir menjadi perhatian serius warga. Pihaknya mengklaim telah melakukan sejumlah langkah penanganan, seperti penyodetan saluran air, pelebaran jalur pembuangan, dan penambahan pompa untuk mengurangi genangan.

‎“Kami bantu dengan pompa untuk mengalirkan air ke saluran pembuangan,” katanya.

‎Pengembang juga menyatakan komitmen untuk menggelar pertemuan lanjutan bersama DPRD dan konsultan teknis guna mencari solusi jangka panjang. Mereka menekankan pentingnya hubungan harmonis antara pengembang dan warga karena berbagi ruang lingkungan yang sama.

‎Namun bagi warga Kali Ulu, penyelesaian teknis tidak cukup sebatas janji. Mereka menuntut perencanaan yang lebih akuntabel agar pembangunan tidak kembali menimbulkan dampak serupa di masa mendatang.

(Lut)










Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup
error: POTRETJABAR.COM