Plt Bupati Bekasi Pastikan Aliran Air Sampai Areal Persawahan di Pebayuran

PJ.BEKASI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi terus melangkah masif dalam mengantisipasi ancaman kekeringan di wilayah hilir demi mengamankan sektor lumbung pangan daerah.
‎
‎Penanganan irigasi pertanian di Kecamatan Pebayuran kini dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, pihak swasta, hingga masyarakat petani.
‎
‎Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, menegaskan commitment Pemkab Bekasi untuk memastikan aliran air sampai ke petak-petak sawah warga. Dalam peninjauan langsungnya yang ketiga kali di lokasi jaringan irigasi Pebayuran pada Selasa (6/10), Asep memfokuskan pengerjaan normalisasi mulai dari saluran BKG 22 hingga BKG 38.
‎
‎”Jangan sampai air berhenti di tengah jalan. Kita ingin aliran ini bisa sampai kepada petani,” tegas Asep Surya Atmaja di sela-sela peninjauan.
‎
‎Ia menambahkan, penanganan jaringan irigasi tidak boleh dilakukan setengah-setengah. Titik-titik saluran dengan tingkat sedimentasi pekat diterjunkan alat berat, sementara lokasi yang dipenuhi gulma eceng gondok dibersihkan secara manual melalui gotong royong bersama masyarakat setempat.
‎
‎Langkah responsif Pemkab Bekasi ini mendapat apresiasi tinggi dari Paguyuban Petani Kecamatan Pebayuran. Perwakilan paguyuban, H. Sardi, menyebutkan bahwa perputaran ekonomi sektor pertanian di Pebayuran sangat besar, yakni mencapai sekitar Rp250 miliar dalam satu musim tanam.
‎
‎”Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Bekasi, khususnya Pak Plt Bupati yang sangat concern dan responsif. Pebayuran ini lumbung pangan Kabupaten Bekasi. Jangan sampai kondisi air kering ini menyebabkan gagal panen karena dampaknya sangat besar bagi perekonomian petani,” ujar Sardi.
‎
‎Sardi juga meluruskan bahwa pengerjaan normalisasi saluran sekunder sebenarnya sudah berjalan sejak beberapa bulan lalu, mulai dari titik BKG 6 hingga BKG 38. Penanganan ini turut disokong oleh Perum Jasa Tirta (PJT) serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).
‎
‎Sinergi CSR PT Jababeka Infrastruktur
‎Upaya penyelamatan lahan pertanian dari ancaman kekeringan ini makin solid dengan hadirnya dukungan kepedulian dari dunia usaha. PT Jababeka Infrastruktur turut turun ke lapangan menyalurkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR).
‎
‎Head of Industrial and Public Engagement PT Jababeka Infrastruktur, Beta Safitri, menyampaikan bahwa pihaknya tergerak untuk berkolaborasi dengan Pemkab Bekasi begitu menerima informasi terkait kendala air yang dihadapi para petani di kawasan hilir.
‎
‎”Kami tergerak untuk berkolaborasi dengan Pemda Kabupaten Bekasi guna mencari solusi agar dampak kekeringan ini tidak mengganggu produktivitas para petani,” ungkap Beta saat mendampingi peninjauan di BKG 26.
‎
‎Beta menjelaskan, keterlibatan Jababeka melalui program CSR tidak hanya berfokus pada tanggap kekeringan dan ketahanan pangan, tetapi juga menyasar sektor pendidikan dan SDM di Kabupaten Bekasi sepanjang tahun 2026.
‎
‎” Kami Bersama 16 perusahaan maintenance, Jababeka rutin menggelar pelatihan kesiapan kerja bagi siswa SMK, bantuan perbaikan sarana sekolah seperti renovasi atap SD Hegarmanah 01, hingga penyaluran fasilitas pendidikan di Cikarang Utara dan Cikarang Timur.,Pungkasnya
‎
‎Melalui kolaborasi kuat antara Pemkab Bekasi, pengelola sumber daya air, dunia usaha, dan kelompok petani, normalisasi irigasi di Pebayuran diharapkan selesai tepat waktu sehingga pasokan air dapat mengalir lancar dan menjaga produktivitas pangan Kabupaten Bekasi.

(Lut)










Tutup
error: POTRETJABAR.COM