Bersama Kejaksaan, Bea Cukai di Cikarang Musnahkan Ribuan Miras

  • Bagikan

Foto Redaksi

PJ. BEKASI – Bea dan Cukai menyelenggarakan pemusnahan bersama dengan Kejaksaan Tinggi Banten atas Barang Milik Negara dan Barang Bukti yang berasal dari penindakan kepabeanan dan Cukai di Lapangan Tempat Penimbunan Pabean (TPP) dibawah pengawasan KPU Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok yang berada di Cikarang, Kabupaten Bekasi.

Pemusnahan bersama atas barang hasil penindakan di bidang Kepabeanan dan Cukai yang dihasilkan pada tahun 2020 hingga awal 2021 ini diselenggarakan oleh Kantor Wilayah DJBC Banten bersama dengan Kejaksaan Tinggi Banten, dan Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Soekarno-Hatta.

Adapun Barang yang akan dimusnahkan berupa Barang Rampasan Negara yang berasal dam Tindak Pidana Kepabeanan dan Cukai yang telah mendapat keputusan yang berkekuatan hukum tetap (Inkracht) untuk dimusnahkan yang dikelola Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang sebanyak 43.727 botol (32.360 Liter) Minuman Mengandung Etil Alkohol eks impor berbagai merk serta 2 (dua) unit handphone milik terdakwa dengan nilai barang mencapai Rp. 19,5 Milyar dan kerugian negara mencapai Rp. 42,1 Milyar.

Terdapat juga Barang Milik Negara yang telah mendapatkan persetujuan untuk dimusnahkan hasil penindakan Kepabeanan dan Cukai periode November 2020 sampai Januari 2021 berupa 1.168.483 batang rokok 247 botol Minuman Beralkohol eks. Impor; dan 127 botol liquid vape.

BACA JUGA :  Kolaborasi Kimia Farma Apotek dan CCEP Indonesia untuk Meningkatkan Imunitas Karyawan di Era Pandemi

“Perkiraan nilai barang tersebut kurang lebih sebesar Rp. 1,44 Milyar, dengan potensi kerugian negara sebesar Rp. 940 Juta, yang akan dimusnahkan juga berupa barang-barang yang merupakan hasil penindakan KPU BC Tipe C Soekarno-Hatta yang berasal dari barang kiriman dan barang bawaan penumpang,” Kata, Mohammad Aflah Farobi, Kakanwil Bae Cukai Banten, pada Selasa (02/03/21).

Di samping kerugian materiil terdapat juga kerugian immaterial berupa dampak kerusakan kesehatan masyarakat, dampak gangguan ketertiban dan keamanan masyarakat yang dapat diminimalisir.
serta dapat mengganggu industri dalam negeri Penyelesaian Kasus Rokok, minuman beralkohol, dan barang campuran yang ditengah oleh Pejabat Bea dan Cukai yang berasal dari tindak pidana yang pelakunya tidak dikenal, telah ditetapakan sebagai Barang Milik Negara (BMN) dan telah ditetapkan peruntukannya untuk dimusnahkan.

“Berdasarkan surat keputusan dari Menteri Keuangan tentang Persetujuan Pemusnahan Barang Yang Menjadi Milik Negara, maka Bea dan Cukai segera melakukan tindak lanjut untuk memusnahkan BMN tersebut,”ucap Ia.

BACA JUGA :  Penempatan Sesuai Kompetensi, Polri Tak Akan Seleksi Novel dkk Jadi ASN

Pemusnahan BMN tersebut merupakan bukti komitmen Bea dan Cukai dalam mengawasi
dan menekan peredaran MMEA illegal, rokok illegal, dan barang-barang Larangan dan pembatasan (Lartas) mengamankan hak yang menjadi potensi penerimaan keuangan negara, sekaligus upaya menjaga iklim usaha dan industri di dalam negeri agar tetap kondusif.

“Ini merupakan bentuk aksi nyata dukungan terhadap program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan Program Gempur Rokok llegal yang terus digaungkan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Pemusnahan ini menjadi bukti sinergitas, koordinasi dan kolaborasi yang baik antara Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dan Kejaksaan, khususnya Kejaksaan Tinggi Banten
beserta jajarannya mulai dari tahap penyidikan, penuntutan hingga eksekusi atas putusan pengadilan, “paparnya.

“Untuk penegakan hukum yang lebih baik Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dan Kejaksaan Tinggi akan terus bersinergi, bersama-sama bertekad untuk lebih adaptif, responsif dan peduli pada kondisi bangsa dan negara ditengah perekonomian nasional yang melemah akibat pandemi –°ovid -19,”pungkasnya.(ade)

  • Bagikan
error: POTRETJABAR.COM