banner 728x90

Musim Hujan Belum Pada Puncaknya, Banjir Sudah Mengepung

  • Bagikan
IMG 20200103 WA0046
(Foto: Redaksi)

PJ.JAKARTA – Januari ini musim hujan belum mencapai puncaknya. Meskipun begitu, kondisi hujan saat ini membuat banjir melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG)memprediksi puncak musim hujandiperkirakan akan terjadi pada Februari hingga Maret 2020.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG Herizal meminta masyarakat tetap waspada menghadapi musim hujan, terutama memasuki masa puncak mulai Februari mendatang. “BMKG mengimbau agar semua pihak dan masyarakat tetap waspada terhadap peluang curah hujan tinggi yang masih mungkin mengingat puncak musim hujan diprakirakan akan terjadi pada bulan Februari hingga Maret,” kata Herizal saat dikonfirmasi, Jumat (3/1).

Herizal menambahkan, BMKG mendefinisikanpuncak musim hujan sebagai periode ketika akumulasi curah hujan mencapai jumlah tertinggi pada suatu dasarian untuk tiap zona musim. Tahun ini, kata Herizal, BMKG mencatat curah hujan ter tinggi tercatat sepanjang sejarah 150 tahun terakhir.

“Curah hujan ekstrem lebih tinggi 150 mm per hari yang turun cukup merata di wilayah DKI Jakarta telah memicu banjir besar sebagaimana telah terjadi di tahun 2015 dan 2007 lalu,” kata Herizal.

Menurut dia, di wilayah Jabodetabek, berdasarkan data 43 tahun terakhir, curah hujan harian tertinggi per tahun memang mengindikasikan tren kenaikan intensitas 10-20 mm per sepuluh tahun. Peluang terjadinya hujan pun meningkat 2 sampai 3 persen dibandingkan 100 tahun lalu. “Hal ini menandakan hujan-hujan besar yang dulu jarang, kini lebih berpeluang kerap hadir pada kondisi iklim saat ini,” tutur Herizal.

BMKG sendiri memprediksi hujan ekstremakan kembali terjadi pekan depan. Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menjelaskan, curah hujan ekstrem tersebut diperkirakan berlangsung hingga 10 Januari 2020.

Curah hujan tersebut terjadi akibat udara basah yang bergerak dari timur Afrika. Udara basah bergerak berarak-arakan menuju Samudra Pasifik, tapi jalurnya akan melewati sejumlah wilayah di kepulauan Indonesia.

Diprakirakan pada 5 Januari 2020 udara tersebut masuk ke Sumatra Barat menuju Samudra Pasifik. Masuk menuju ke Kalimantan dan juga berdampak ke Jawa. Kemudian udara tersebut juga akan mengenai Bangka, Belitung, Jambi, Sumatra Selatan, dan Lampung.

Dwikorita mengatakan, biasanya hujan akan terjadi menjelang malam hingga dini hari. “Sehingga mohon ini diperhatikan, jadi pada tanggal 5-10 curah hujan intensitasnya diperkirakan meningkat lagi,” kata Dwikorita, ditemui di kantor BPPT, Jumat.

Selanjutnya, pada 11-15 Januari 2020 udara basah itu akan memengaruhi daerah lain. “Masuk sampai Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, akhirnya mampir ke Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara,” kata dia. Menghadapi cuaca ekstrem yang akan melanda sebagian wilayah Indonesia, pemerintah daerah sudah memprediksi wilayah yang terancam terkena bencana memasuki puncak musim hujan mendatang.

IMG 20200102 WA0065

Selain di Jakarta, di Jawa Barat, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Emil) menuturkan Pemerintah Provinsi Jabar sudah menandatangani surat tanggap darurat untuk enam wilayah. Keenam wilayah tersebut adalah Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Karawang, dan Kabupaten Indramayu.

Menurut Emil, penetapan daerah tanggap darurat ini diperkirakan sampai dua pekan ke depan. Hal tersebut karena kondisi cuaca di daerah tersebut kemung kin an masih ekstrem. Bahkan, berda sar kan prediksi BMKG kondisi cuaca se perti sekarang diprediksi sampai 10 Januari 2020.

“Curah hujan kemarin dan sejauh ini memang yang terekstrem sejak 2007. Kemarin itu curah hujan bisa sampai 100 milimeter per hari dan di Halim itu 377 milimeter per hari,”ujarnya. Pemprov Jabar bakal melakukan perbaikan kawasan terdampak dan menurunkan personel sebanyak mungkin untuk menjalankan pertolongan, dikutip dari Republika.co.id.(*)

banner 728x90 banner 728x90 banner 728x90 banner 20x50 banner 20x50 banner 20x50
BACA JUGA :  Penempatan Sesuai Kompetensi, Polri Tak Akan Seleksi Novel dkk Jadi ASN
  • Bagikan
error: POTRETJABAR.COM