Kejari Karawang Bakal Ungkap Mafia Tanah di Tempuran

PJ. KARAWANG – Sebagaimana Instruksi Jaksa Agung untuk menghabisi mafia tanah. Setelah mendapatkan aduan, Kejaksaan Negeri Karawang mulai mengungkap tuntas dugaan mafia tanah di Desa Tanjung Jaya Kecamatan Tempuran Kabupaten Karawang.

Kepala Seksi Intelejen Kejaksaan Negeri Karawang Tohom Hasiholan mengatakan, pihaknya menerima aduan masyarakat terkait dugaan terjadi permainan mafia tanah di wilayah Kecamatan Tempuran.

“Saya terima setiap aduan masyarakat kemudian akan saya laporkan dulu ke ibu Kajari untuk di pelajari,”kata Kastel Kejari Karawang Tohom Hasiholan kepada potretjabar.com Selasa (25/01/22).

Mafia tanah kata Ia, mesti diberantas sampai tuntas sebagaimana instruksi Jaksa Agung. Ia memastikan aduan masyarakat tetang dugaan mafia tanah yang terjadi di wilayah Kecamatan Tempuran akan segera diproses dan akan memanggil pihak – pihak terkait yang terlibat permainan mafia tanah.

BACA JUGA :  Tega, Gadis di Bawah Umur di Cikarang Jadi Korban Pencabulan Tujuh Orang

“Dan kami akan klarifikasi semua pihak agar informasinya yang kami dapat berimbang, apa lagi jika terkait ini adalah program Kejagung untuk pemberantasan mafia tanah yang ada di Indonesia,”kata Tohom di ruang kerjanya.

Sebelumnya, kuasa dari waris KH. Mama Teuku Toha melaporkan dugaan praktik mafia tanah di Desa Tanjung Jaya Kecamatan Tempuran. Pengaduan itu Ia lakukan untuk meminta kepastian hukum

“Kami dateng ke Kejaksaaan untuk meminta arahan dari jaksa,bertujuan agar kami mendapatkan kepastian hukum dan atas langkah apa yang harus dilakukan ahli waris, saya yakin ini ada permainan ‘mafia tanah’ oknum aparat pemerintah karena kami merasa dipingpong selama dua tahun,”katanya.

BACA JUGA :  Kejari Kab. Bekasi Musnahkan Barbuk dari 339 Perkara Pidum

Selain itu tambah Saman, belum lama ini ada pihak perusahaan yang mengaku memiliki tanah tersebut, tentu hal ini membuat ia tambah bingung bagaimana tidak, perusahan tersebut tiba – tiba mengklaim lahan itu miliknya tanpa bisa menunjukan bukti kepemilikan apapun.

“Yang membuat saya bingung sekarang ada perusahan yang mengklaim tanpa bisa menunjukan bukti baik itu girik atau akte jual beli apapun itu,”ungkap Saman.

Ia mendesak agar Kejari Karawang dapat menjalankan Instruksi Kejaksaan Agung yakni memberantas habis mafia tanah.(End)