Pencairan Program Karawang Cerdas Saat Pilkada Disorot Dewan

  • Bagikan
Foto Redaksi
Foto Redaksi

PJ. KARAWANG – Rencana pencairan dana beasiswa program Karawang cerdas oleh Disdikpora Kabupaten Karawang, pada 09 Desember 2020 menuai kritik Anggota DPRD Kabupaten Karawang dari Fraksi Partai Gerindra H. Endang Sodikin.

Pasalnya, pencairan beasiswa dilakukan tepat saat hari pencoblosan pilkada Karawang. Endang menuding ini merupakan kategori abuse of power.

“Calon bupati petahana jangan menggunakan abuse of power, pilkada ini harus berjalanFair Play jangan menggunakan konteks penggunaan APBD, ” ujarnya kepada potretjabarcom

BACA JUGA :  Talk Show NAWACITA TV - Kaum Milenial Jangan Hanya Jadi Bumper Parpol

Endang meminta agar Disdikpora Kabupaten Karawang mengkaji ulang rencana pencairan beasiswa program karawang cerdas ini. Dirinya berharap pencairan program karawang cerdas dilaksanakan setelah Pilkada,

“Untuk kepentingan bersama Disdikpora harus mentaati peraturan ini. Dengan tidak menspesialkan salah satu calon, agar pilkada berjalan jujur adil dan bersih dari praktek praktek kecurangan,” bebernya.

Endang menegaskan, sebagai anggota Banggar dirinya sangat mendukung adanya program beasiswa Karawang cerdas ini. Namun program ini jangan sampai menjadi politisasi dari Bupati petahana,.

BACA JUGA :  Dinahkodai Ade Puspitasari, Golkar Kota Bekasi Siap Menangkan Pemilu 2024

•Saya berharap agar pencairan beasiswa ini dicairkan setelah pilkada, agar terciptanya fair play pada gelaran pilkada karawang,” Tukasnya.

Diketahui program Karawang Cerdas di tahun 2020 membantu 5.174 pelajar dengan rincian Rp.12.000.000/orang untuk tingkat SMA/SMK dan 416 mahasiswa dengan rincian RP. 1.400.000/orang, jadi total anggaran untuk tingkat SMU/SMK Rp.8.000.000.000 dan untuk tingkat mahasiswa Rp. 5.000.000. Beasiswa tersebut diberikan kepada para siswa dan mahasiswa yang berprestasi dan juga menyasar bagi yang tidak mampu. (Fan).

  • Bagikan
error: POTRETJABAR.COM