Scroll Untuk Melanjutkan Membaca
Example 360x660
POLITIK

Tidak Sejalan Lagi, Pengurus Partai Solidaritas Indonesia di Karawang Berhenti

×

Tidak Sejalan Lagi, Pengurus Partai Solidaritas Indonesia di Karawang Berhenti

Sebarkan artikel ini
Kader PSI Kabupaten Karawang
Kader PSI Kabupaten Karawang

PJ. KARAWANG – Sejumlah pengurus DPC, mantan Caleg dan kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Karawang memutuskan mundur alias berhenti dari kepengurusan partai. Hal ini dipicu karena para kader menganggap kebijakan yang diambil Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSI tidak lagi sejalan dengan kepengurusan kader di daerah.

Diantaranya kader PSI yang resmi mengundurkan diri antara lain, Ex caleg, pengurus DPC tingkat kecamatan dan anggota PSI serta Ketua DPD PSI Karawang, Romadhoni. Mereka menyatakan mundur dari kepengurusan dan telah melayangkan surat ke DPW PSI Jawa Barat.

Example 468x60

Romadhoni membenarkan dirinya telah mengundurkan diri sebagai Ketua DPD PSI Karawang serta dalam kepengurusan partai. Ia mengakui telah mengirimkan surat pengunduran diri sejak beberapa minggu lalu.

“Ya mundur dari kepengurusan dan anggota PSI, Alasan fokus usaha, karena mengurus beberapa proyek. Termasuk karena visi DPP PSI sekarang tidak sejalan lagi. makanya saya fokus ke bisnis lagi,” ujar Romadhoni Senin (24/8/20).

Selain fokus ke bisnis, Romadhoni mengakui salah satu yang mendorong dirinya mundur karena kebijakan DPP PSI yang tidak sejalan. Salah satunya, adalah PSI hari ini bukan lagi partai milenial dan banyak ex partai lain yang gabung di PSI buktinya banyak pengurus dari DPW, DPD sampai DPC diatas umur 45 tahun serta banyak yang tidak sesuai dalam MOU nota kesepahaman.

“Terlebih karena ada beberapa kebijakan dari PSI yang enggak sejalan, misalnya kan enggak satu visi kita lagi tentu akan menghabiskan energi pula. Lebih baik mundur. Kawan-kawan dan ketua yang baru bisa mencari tim yang bisa mengurus partai lagi,” katanya.

BACA JUGA :  Bawaslu : Kades, BPD dan ASN Ikut Berpolitik Aktif di Pilkada Karawang Dipidana

“Saya bukan marah ke seseorang yang baru, tapi saya ke DPP karena tidak ada pemberitahuan, kebijakan-kebijakan terpusat. Setelah Pileg kan tidak ada arahan PSI gimana, tahu-tahu. Berubah kebijakan. Ada kawan-kawan di daerah tanya ke kami, kami tak tahu jawab apa,” sambung Romadhoni .

Romadhoni berpendapat para kader di daerah tidak diperlukan lagi oleh DPP PSI. Maka dari itu, dirinya memutuskan untuk mengundurkan diri dari kepengurusan partai. “Mending seperti ini (mundur), karena tidak dianggap saja,” tuturnya.

Ketua DPC Tegal waru Muhammad Romi Nurhidayat membenarkan adanya pengurus DPC mengundurkan diri dari kepengurusan. Ia mewakili pengurus DPC se Kabupaten Karawang menyatakan mengundurkan diri dari kepengurusan serta keanggotaan PSI Karawang.

“Karena betul sejalan dengan ketua DPD PSI Karawang bro Romadhoni PSI hari ini bukan lagi partai anak muda dan bukan lagi partai yang murni akan tetapi menerima Ex pengurus partai lain. Dan Surat pengunduran diri itu akan segera ditembuskan ke DPP PSI, ” bebernya.

Iwan Koswara sekretaris DPW PSI Jawa Barat menanggapi persoalan pengunduran diri kader itu hal yang biasa namun jika ada kabar tidak sejalan, Ia mengaku tidak tahu kabar itu.

“Kalau kader mundur kami tentu tidak bisa melarang, apalagi alasannya karena fokus berbisnis. Kami juga dorong sebetulnya kalau kader fokus berbisnis karena sesuai semangat PSI yaitu membangun ekonomi kader. Saya sendiri kalau informasi mundur kader akibat visi tidak sejalan belum dengar langsung, kalau pun ada terjadi namanya dalam politik sah-sah saja,” kata Iwan. (Gus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: POTRETJABAR.COM