KDM Bocorkan Gaji Sebagai Gubernur Jabar
PJ.BANDUNG – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM), secara terbuka mengungkapkan besaran gaji yang ia terima sebagai kepala daerah. Hal itu disampaikannya saat membahas akar persoalan kemiskinan di Jawa Barat.
Dalam pernyataannya, Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa kemiskinan di Jawa Barat dipengaruhi oleh sejumlah faktor, di antaranya pendidikan, kesehatan, keterbatasan modal usaha, kepemilikan tanah, hingga pola hidup masyarakat.
Ia juga mengungkapkan bahwa anggaran operasional Gubernur Jawa Barat yang mencapai sekitar Rp21 miliar per tahun kini dialokasikan untuk kepentingan masyarakat, salah satunya dengan membangun pos pengaduan bagi warga yang membutuhkan bantuan.
Menurutnya, dari sisi penghasilan resmi sebagai gubernur, dirinya hanya menerima gaji sebesar Rp8,1 juta per bulan tanpa mengambil berbagai tunjangan yang sebenarnya tersedia.
“Kalau ngomong misalnya, yang diterima oleh saya sebagai gubernur berapa dari resmi pemerintah? Rp8,1 juta sebulan, segitu gaji gubernur,” ungkap Dedi Mulyadi dalam tayangan di kanal YouTube milik Liputan6.com.
Ia menambahkan bahwa sejumlah fasilitas dan tunjangan sengaja tidak diambilnya. Bahkan anggaran perjalanan dinas yang sebelumnya mencapai Rp1,5 miliar per tahun turut dipangkas drastis.
“Nggak ada (tunjangan). Kan tunjangan pakaian saya nggak nerima, dihapus. Perjalanan dinas dari Rp1,5 miliar sama saya turunin tinggal Rp100 juta setahun,” jelasnya.
Dedi Mulyadi mengaku secara langsung mencoret berbagai anggaran yang dinilai terlalu besar. Anggaran tersebut kemudian dialihkan untuk membantu masyarakat, seperti warga yang sakit maupun anak-anak yang membutuhkan biaya pendidikan.
“Saya sendiri yang coret, sudah kebanyakan, seratus saja. Operasional kan Rp21 miliar per tahun, itu buat yang sakit, buat anak sekolah,” kata dia.
Meski gaji sebagai gubernur terbilang tidak besar, Dedi Mulyadi mengaku masih memiliki penghasilan tambahan dari aktivitasnya sebagai kreator konten di kanal YouTube pribadinya, Kang Dedi Mulyadi Channel.
Namun ia enggan menyebutkan secara rinci berapa penghasilan yang didapat dari platform tersebut. Ia justru menanggapinya dengan nada bercanda.
“Tapi saya ada lah pendapatan. Dari YouTube. Nggak mau (beritahu pendapatan), lumayan lah untuk tambah istri empat bisa. Tapi kan jangankan empat, satu aja nggak punya,” pungkasnya.
(Red)










