Scroll Untuk Melanjutkan Membaca
Example 360x660
BEKASI

ACT Bersama MUI Beri Bantuan Pemuka Agama

×

ACT Bersama MUI Beri Bantuan Pemuka Agama

Sebarkan artikel ini
Armada Kemanusiaan Rice Truck ACT menyalurkan bantuan beras kepada mubaligh, ustadz, guru ngaji, dan marbot masjid se-Kota Bekasi yang terdampak COVID-19. (Foto: Antara)
Armada Kemanusiaan Rice Truck ACT menyalurkan bantuan beras kepada mubaligh, ustadz, guru ngaji, dan marbot masjid se-Kota Bekasi yang terdampak COVID-19. (Foto: Antara)

PJ. BEKASI – Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi, Jawa Barat, menyalurkan bantuan kepada pemuka agama terdampak COVID-19 secara ekonomi.

“Bantuan ini ditujukan kepada mubaligh, ustadz, guru ngaji, dan marbot masjid di Kota Bekasi yang terdampak COVID-19,” kata Kepala Cabang ACT Bekasi Ishaq Maulana di Bekasi, dikutip Antara.

Example 468x60

Ishaq mengatakan bantuan kepada para pemuka agama se-Kota Bekasi itu berupa peket beras seberat total satu ton yang dibagi menjadi 200 paket beras dengan berat lima kilogram tiap paketnya.

Beras tersebut diberikan sebagai upaya penyelamatan saudara sebangsa, khususnya memasuki Bulan Ramadhan, di tengah masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akibat COVID-19 ini.

“Satu ton beras ini akan didistribusikan melalui MUI kecamatan yang ada di Kota Bekasi,” ucapnya.

“Kedatangan armada kemanusiaan rice truckhari ini untuk memberi perhatian kepada para mubaligh, guru ngaji, ustadz, dan marbot masjid yang terdampak secara ekonomi karena COVID-19,” ujar dia.

Ishaq menjelaskan para mubaligh, ustadz, guru ngaji, dan marbot saat ini menjadi salah satu kalangan yang paling merasakan dampak mewabahnya COVID-19, terlebih setelah diberlakukannya PSBB di Bekasi, sebab aktivitas yang biasa dilakukan, terutama ketika Ramadhan datang, hampir tidak ada semua.

BACA JUGA :  Pamit Mau Kerja ke Subang, Sudah 4 Bulan Ibu Asal Karawang ini Gak Ada Kabarnya

“Biasanya mereka bebas melakukan kegiatan di masjid. Kegiatan belajar mengajar, mengaji tidak bisa mereka lakukan, bahkan para mubaligh yang biasa berkhutbah tidak bisa lagi melaksanakan kegiatan khutbahnya. Mudah-mudahan bantuan dari ACT ini bisa meringankan beban ekonomi mereka. Insya Allah ACT akan terus bersinergi dengan para ulama dan MUI Kota Bekasi,” ucapnya.

Ketua MUI Kota Bekasi Mi’ran Syafii mengatakan pihaknya mewakili ulama di Kota Bekasi menyambut baik apa yang diberikan ACT Bekasi. Bantuan tersebut diakui sangat bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya kalangan mubaligh, ustadz, guru ngaji, dan marbot masjid.

“Bantuan ini akan sangat membantu meringankan beban, khususnya para dai, mubaligh, para guru ngaji, serta marbot di Kota Bekasi. Nanti kita akan sampaikan kepada mereka yang benar-benar belum menerima bantuan agar merata dan secara door to dooroleh MUI kecamatan,” kata dia.(Antara/PJ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: POTRETJABAR.COM