BEKASI  

Antisipasi Aksi Mogok Dagang, Kapolrestro Bekasi Tinjau Pasar di Cikarang

PJ. BEKASI – Guna mengantisipasi terjadinya aksi mogok serta gangguan keamanan, Kapolres Metro Bekasi mendatangi sejumlah pedagang dan memberikan jaminan keamanan agar aktivitas di Pasar Baru Cikarang harus tetap berjalan normal.

Aksi mogok tersebut,  para pedagang daging sapi di Pasar Baru Cikarang, Cikarang Kota, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, mendapatkan sorotan dari Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Gidion Arif Setyawan.

Gidion mendatangi satu persatu lapak pedagang daging serta berdialog dengan para pedagang guna mendengarkan keluhan para pedagang. Dalam kesempatan yang sama, mantan Dirreskrimum Polda Jatim tersebut juga menyampaikan himbauannya agar para pedagang tidak terpancing isu-isu yang bisa mengganggu aktivitas di Pasar Baru Cikarang.

“Terkait rencana aksi mogok para pedagang daging sapi, kita akan melakukan pengamanan terhadap situasi Pasar Cikarang terutama¬† lapak daging sapi di Pasar Baru Cikarang ini supaya tetap bisa berjualan, kemudian roda perekonomian tetap bisa berjalan terus,”ujarnya, Minggu (27/2/22) malam.

Dirinya juga berharap, para pedagang tidak menggelar aksi mogok berjualan daging sapi, menurutnya hal tersebut justru akan berdampak bagi sektor perekonomian khususnya yang ada diwilayah Kabupaten Bekasi.

BACA JUGA :  Kolam Renang Dwi Sari Wisata Telan Korban

“Kita melakukan pengaman preventif nanti kita libatkan semua stakeholder dari Polres, dari pemda setempat, serta pihak pasar,”tegas Gidion.

Dari hasil dialog yang dilakukan dengan beberapa pedagang serta stakeholder yang ada di pasar daging tersebut, Kapolres Metro Bekasi memastikan tidak ada aksi mogok yang dilakukan oleh para pedagang daging sapi di Pasar Baru.

“Jadi tadi kesepakatan dari para pedagang daging sapi ini, juga ada mas Bambang dari Papmiso kita akan terus meningkatkan sistem penjualan daging dan kelanjutannya. Jadi situasinya aman, ketersediaannya cukup, dan tidak ada persoalan didalam pendistribusian”ungkapnya.

Andi (31) salah satu pedagang daging di Pasar tersebut menuturkan, dampak dari semakin tingginya harga daging membuat dirinya harus mensiasati agar tidak terus merugi. Namun saat disinggung terkait aksi mogok, kata Andi, dirinya hanya mengikuti suplai daging yang ada beberapa hari kedepan.

“Iya kalau kita sih ngikut yang dijagalnya kalau ada pemotongan ya kita pengennya dagang, kalau gak da ya mau gak mau kita ikut libur juga”kata Andi.

BACA JUGA :  Kejari Kab. Bekasi Musnahkan Barbuk dari 339 Perkara Pidum

Menurutnya, kenaikan harga daging sapi disebabkan oleh stok sapi yang tidak mencukupi, sehingga berpengaruh pada modal belanja yang tinggi dan tidak diimbangi kenaikan dengan harga jual yang relatif masih belum mengalami kenaikan signifikan.

“Harga modal sudah seperti menjelang lebaran, sementara kita jual masih harga biasa. Yang sebelumnya harga masih dibawah seratus karkasannya, sekarang udah seratus tujuh ribu sampai seratus sepuluh ribu, jadi udah jauh banget, sementara harga jual biasa tiga belas, makanya kadang motong satu ekor ruginya bisa sampai dua juta lebih” tuturnya.

Saat ini harga daging sapi di Pasar Baru Cikarang, berkisar diharga 125 ribu hingga 130 ribu perkilogramnya. Kenaikan harga yang terjadi sejak dua bulan terakhir, Andi terus mengalami kerugian dengan menurunnya omset penjualan, lantaran para pelanggannya mengurangi kuantitas belanja dan berganti pada komoditi lainnya.

“Harapan kita ke Pemerintah, Ya stok sapinya ini dicukupin lah, karna alasan dari bandar-bandarnya stok sapi nya yang kurang makanya harganya naik,” tutupnya. (Ade).