banner 728x90

Atasi Pemudik, Biro Ops PMJ Cek Lokasi Penyekatan di Bekasi

  • Bagikan
Kepala Biro Operasi Polda Metro Jaya Kombes Marsudianto, melakukan pengecekan lokasi penyekatan di sejumlah titik di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Kepala Biro Operasi Polda Metro Jaya Kombes Marsudianto, melakukan pengecekan lokasi penyekatan di sejumlah titik di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Kamis (29/04/21).

PJ. BEKASI – Antisipasi pasi para pemudik, Kepala Biro Operasi Polda Metro Jaya Kombes Marsudianto, melakukan pengecekan lokasi penyekatan di sejumlah titik di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Kombes Marsudianto mengatakan kedatangannya dalam rangka melakukan pengecekan lokasi-lokasi yang digunakan untuk melakukan penyekatan.

Untuk hari ini dilakukan pengecekan di wilayah Kabupaten Bekasi, yakni di Jalan Tol Jakarta Cikampek wilayah Cikarang Barat dan Jalur Arteri Jalan Raya Pantura Kedungwaringun.

“Untuk seluruh Polda Metro Jaya itu ada 31 lokasi. 17 itu ada cek poin 14 kegiatan penyekatan salah satunya Kedungwaring ini,” katanya, di posko pengamanan dan swab antigen gratis didampingi Wadirlantas Polda Metro Jaya AKBP Rusdy, Kapolres Metro Bekasi, Kombes Hendra Gunawan dan Kasatlantas AKBP Ojo Ruslani, Kamis (29/4/2021).

BACA JUGA :  Tiup Lilin, Aliansi Wartawan Utara Rayakan Hari Jadi Pemkab Bekasi ke-71 Dilanjut Mancing Bersama

Ia menuturkan mulai 6-17 Mei 2021 akan dilakukan Operasi Ketupat dalam rangka peniadaan mudik lebaran Idul Fitri 1442 Hijriyah.

Akses keluar wilayah Kabupaten Bekasi akan dilakukan penyekatan serta memutar balik kendaraan.

“Di sini adalah titik pertahanan terakhir jadi jika ada jalur tadi lolos maka di sini terakhir melakukan penyekatan jadi pasti akan kami kembalikan kita akan perketat,” imbuh dia.

Selain jalur arteri dan ruang jalan tol, penyekatan juga dilakukan di jalur alternatif lainnya. Sehingga dipastikan pada 6-17 Mei 2021 tidak ada kendaraan yang dapat lolos melakukan mudik.

BACA JUGA :  Gelar Vaksinasi, Marunda Center Siapkan 700 Dosis Astrazeneca

“Bakal dilakukan penyekatan jalur-jalur tikus dan jalur-jalur alternatif kita lakukan penyekatan penindakan juga dengan cara diputar balik,” ucapnya.

Sementara untuk kendaraan travel gelap, jika kedapatan melakukan perjalanan mudik akan dilakukan penindakan, bukan hanya diputar balik. Akan tetapi akan ditahan untuk diberikan hukuman berupa denda maupun kurungan.

“Kami juga akan mengawasi kendaraan-kendaraan terutama travel gelap, maupun travel resmi yang menyalahi trayek. Sesuai diatur dalam pasal 308 UUD Nomor 22 tahun 2019 yang mana itu nanti mendapatkan hukuman berupa kurungan ataupun denda,” tandasnya. (Ful)

banner 728x90 banner 728x90 banner 728x90 banner 20x50 banner 20x50 banner 20x50
  • Bagikan
error: POTRETJABAR.COM