BEKASI  

Bangunan GSG Buni Bakti Mangkrak Camat Gak Tahu, Apa Kerjanya?

Camat Babelan Suharja
Camat Babelan Suharja

PJ. BEKASI  – Bagunan Serba Guna (GSG) Desa Buni Bakti Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi mangkrak, anehnya Camat Babelan sebagai pembina di wilayahnya sampai tidak tahu padahal dari bangunan tersebut dibangun sejak tahun 2018 dengan menggunakan anggaran Dana Desa (DD) sebesar Rp. 960 juta.

Camat Babelan Suharja saat dikonfirmasi soal mangkraknya Bangunan GSG di Desa Buni Bakti dirinya seakan tidak mengetahui dan berdalih akan mengkrescek terlebih dahulu.

“Ok nanti saya cek dulu ya supaya saya dapet informasi, ” kata Camat Suharja kepada potretjabar.com saat dihubungi.

“Belom saya masih ada rapat nanti kalau udah ada info saya kabarin, ” tambah Suharja.

Menanggapi hal ini Ketua DKD Komite Penyelamat Aset Negara (Komnaspan)  Samanhudi mengatakan, banyak para pejabat yang terkesan abai dalam melakukan pengawasan dan pembinaan kepada Kepala Desa (Kades) menjadi tanda tanya besar yang harus disikapi serius oleh pihak Aparat Penegakan Hukum (APH).

BACA JUGA :  Mengulas Tiga Jembatan Mangkrak di Muaragembong
Bangunan GSG Buni Bakti terliat dikelilingi rumput dan alang alang (Foto : Endang Firtana/potret jabar)
Bangunan GSG Buni Bakti terliat dikelilingi rumput dan alang alang (Foto : Endang Firtana/potret jabar)

Seperti yang terjadi di wilayah Kecamatan Babelan, seorang Camat jika sampai tidak tahu kondisi wilayahnya patut dipertanyakan kinerjanya, terlebih sebelum DD dapat dicaikan meski ada rekomendasi atau surat pengantar, artinya Camat sangat logis mengetahui apa kegiatan yang ada di wilayah binaanya, dirinya juga berencana akan melaporkan hal ini ke aparat penegak hukum.

“Camat lah yang memberikan persetujuan pencairan berikutnya setelah memastikan selesainya kegiatan yang digarap para kades tersebut”tegasnya

Pembangunan Gedung Serba Guna (GSG) Desa Buni Bakti kecamatan Babelan Kabupaten Bekasinampak terlihat seperti sarang hantu, bagaimana tidak saat ini bangunan itu dikelilingi alang alang sehingga terkesan angker padahal, dibangun tersebut dibangun sejak tahun 2018 yang menelan anggaran Rp. 960 juta.

BACA JUGA :  Siap-siap THM di Lippo Ditindak Pekan Ini

Kepala Desa Buni Bakti Sidi mengatakan, pembangunan GSG itu dilaksanakan sejak tahun 2018 yang menghabiskan anggaran sebesar Rp. 960 juta.  Anggaran itu bersumber dari Dana Desa.

Ia juga mengakui bahwa pembangunan tersebut molor hingga saat ini namun ia sudah membeli material kekurangannya agar segara diselesaikan.

“Iya lagi nunggu tiang gawang putsalnya LG di kerjakan sekalian pinising sama jaring dan cat”kata Sidi. Senin (06/07/20)

Dirinya pun mengakui pekerjaan tersebut menggunakan anggaran Dana Desa  tahun 2018 dan akan di selesaikan secepatnya. “Secepatnya akan diselesaikan, ” terangnya.

Anehnya, ditahun 2019 sepertinya tidak dikucurkan, terlebih anggaran Dana Desa di tahun 2020 diprioritas untuk bantuan bagi masyarakat terdampak Covid-19.(End).

error: POTRETJABAR.COM