Bupati Bekasi Minta ASN Prioritaskan Kebutuhan Mendasar
PJ.BEKASI – Pemerintah Kabupaten Bekasi Jawa Barat masih dibebani sejumlah persoalan mendesak, terutama pada sektor pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, serta infrastruktur dasar.
Hal itu diutarakan Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang usai menghadiri pelaksanaan Mushobakoh Tiwatil Qur’an dan Hadis (MTQH).
Ade menegaskan agar seluruh ASN Pemkab Bekasi bersama jajaran pimpinan daerah fokus pada penyelesaian persoalan krusial terlebih dahulu sebelum membuat inovasi atau program baru yang membutuhkan anggaran besar.
“Jangan kita buat inovasi yang memakan biaya banyak atau penganggaran baru, sedangkan persoalan krusial kebutuhan dasar ini tidak kita angkat,” ujar Ade, Senin (17/11/25).
Ade menambahkan, kebutuhan dasar masyarakat Kabupaten Bekasi masih jauh dari kata tuntas. Ia menyoroti besarnya angka pengangguran, fasilitas pendidikan yang masih bermasalah, serta persoalan anggaran di sektor kesehatan.
“Pengangguran itu masih besar. Anak-anak kita masih banyak yang uang sekolahnya perlu diperbaiki, bangunan sekolah masih bocor dan riskan ambruk. Kesehatan pun ada beberapa persoalan anggaran yang harus kita perbaiki,” ungkapnya.
Selain masalah layanan dasar, Pemkab Bekasi juga masih memiliki persoalan hutang piutang kepada pihak ketiga dan BPJS Kesehatan yang nilainya mencapai ratusan miliar rupiah.
Kendati demikian PJ Sekda Kabupaten Bekasi, Ida Parida, menyatakan akan melakukan penelusuran dan klarifikasi lebih mendalam terkait dugaan hutang Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) tersebut.
“Iya, itu kan pejabat yang lama, ya. Dan nanti kita klarifikasi lebih dalam lagi,” kata Ida.
Terkait proses hukum, Ida menjelaskan bahwa penyelesaian hutang piutang yang saat ini masih disengketakan menjadi kewenangan dinas terkait.
“Ya, itu nanti Cipta Karya yang harus menyelesaikan,” ujarnya.(Lut)











