Dana Dipotong, APDESI: Semua Kepala Desa Mengeluh
PJ.BEKASI – Pemotongan anggaran desa menuai keluhan dari para kepala desa di Kabupaten Bekasi. Hal ini disampaikan oleh Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Bekasi, Bahrudin, yang menilai kebijakan tersebut berdampak langsung terhadap pembangunan di tingkat desa.
Menurut Bahrudin, pengurangan dana membuat program pembangunan, khususnya infrastruktur yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, menjadi tidak maksimal.
“Kurang, enggak maksimal. Kepala desa se-Kabupaten Bekasi mengeluh, karena pembangunan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat terpengaruh,” ujar Bahrudin usai mengikuti workshop evaluasi keuangan desa yang digelar BPKP Jawa Barat di Gedung Wibawa Mukti, Kompleks Plaza Pemkab Bekasi.
Ia menjelaskan, para kepala desa saat ini berupaya mencari solusi dengan memaksimalkan perencanaan pembangunan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), serta menjalin komunikasi intens dengan anggota legislatif agar aspirasi masyarakat tetap bisa terealisasi.
“Kalau ingin pembangunan lebih banyak, kita harus mengusulkan aspirasi. Realisasinya tergantung interaksi dengan dewan,” tambahnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, menegaskan pentingnya peran Dana Desa, terutama setelah disahkannya Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024.
Ia menyebut Dana Desa diharapkan tetap menjadi instrumen utama dalam mendorong pembangunan infrastruktur serta pengentasan kemiskinan di wilayah pedesaan.
Namun demikian, Asep mengingatkan bahwa seluruh jajaran pemerintah desa harus tetap mengedepankan efisiensi dalam penggunaan anggaran, terutama di tengah adanya pemangkasan dana transfer dari pemerintah pusat.
“Seluruh bantuan keuangan desa wajib dipertanggungjawabkan secara teknis, administratif, hukum, transparan, dan akuntabel,” tegasnya.
Dengan kondisi anggaran yang terbatas, sinergi antara pemerintah desa, legislatif, dan pemerintah daerah menjadi kunci agar pembangunan tetap berjalan dan kebutuhan masyarakat desa tetap terpenuhi.
(Lut)











