Dinilai Cacat Prosedur, Keluarga Terduga Pelaku Begal Tempuh Praperadilan

  • Bagikan
IMG 20210907 WA0020
Keluarga Terduga Pelaku Begal Tempuh Praperadilan

PJ. BEKASI – Berkas gugatan praperadilan atas penangkapan terhadap empat tersangka terduga pelaku begal MF, MR, AR, dan RA telah diterima oleh Pengadilan Negeri (PN) Cikarang, Kabupaten Bekasi. Berkas itu diserahkan oleh tim kuasa hukum empat tersangka begal.

“Meteri gugatan praperadilan diantaranya terkait kesalahan prosedur mulai dari penangkapan, penetapan, penahanan tersangka hingga penyitaan barang bukti (tidak sesuai),” kata salah satu tim kuasa hukum Ira Yustika Lestari usai menyertakan berkas di PN Cikarang, Kamis (2/9/21)

Ira menjelaskan, legalisasi surat kuasa gugatan online praperadilan itu diterima Pengadilan Negeri Cikarang dengan nomor registrasi 882/Leg.Srt Kuasa Advokat/Insidentil/2021/PN. Ckr. Menurut Ira, pihak kepolisian telah mengabaikan informasi yang telah disampaikan pihak keluarga tersangka terkait kejadian yang sebenarnya.

“Pada saat kejadian pembegalan sekira pukul 01.30 WIB dini hari pada Sabtu 24 Juli 2021, di Jalan Raya Sukaraja RT. 002/003, Desa Sukaraja, Kecamatan Tambelang, para tersangka tidak berada di TKP,” beber Ira.

Pihaknya akan memperkuat dugaan salah tangkap para tersangka begal dengan menghadirkan rekaman video CCTV dalam sidang Praperadilan di pengadilan nanti.

“Ada kejanggalan polisi dalam penetapan tersangka dengan bukti yang tidak jelas fakta hukumnya, kami juga sudah bersurat menanyakan status para tersangka,”kata Ira.

BACA JUGA :  Lagi, BPN Kabupaten Bekasi Bagikan Sertipikat Gratis di Karangindah Bojongmangu

“Perwakilan keluarga 4 terduga Begal (CBL), berharap Majelis Hakim ‘Praperadilan’ PN Cikarang memberikan keputusan yang Adil dan  Obyektif, “ujar Ia menambahkan.

Sementara perwakilan dari keluarga 4 terduga begal, Sahroji, berharap Majelis Hakim yang akan memimpin jalannya sidang Praperadilan untuk bisa memberikan keputusan yang Adil dan Obyektif terhadap perkara dimaksud sesuai Tupoksinya.

“Sesuai sabda Rasulullah SAW dalam Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, yang menyatakan:
“Wahai Manusia, ketahuilah sesungguhnya kehancuran ummat terdahulu sebelum kamu lantaran apabila yang mencuri itu “Orang yang Terpandang” mereka tinggalkan hukumnya (hukum tidak berdaya untuk menghukumnya), sebaliknya jika yang mencuri itu dari kalangan “Rakyat Jelata”, mereka secara tegas menerapkan hukuman. Demi Allah SWT. Jika FATIMAH BINTI MUHAMMAD (Anakku sendiri) mencuri, “PASTI” akan aku potong tangannya” (Hadits Riwayat Imam Bukhari)., “ungkap Ia membacakan.

Sebelumnya, Polsek Tambelang telah merilis peristiwa pembegalan seorang laki-laki bernama Darusman Ferdiansyah, warga Kp. Balong Tua RT. 002/RW. 006, Desa Sukabakti, Kecamatan Tambelang, berdasarkan laporan polisi pada 24 Juli 2021.

Pembegalan terjadi di Jalan Raya Sukaraja, RT 02/RW 03, Desa Sukaraja, Kecamatan Tambelang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Press release Polsek Tambelang kepada awak media, pada Jumat (30/7/2021), mengungkap kasus pembegalan yang dilakukan oleh 4 tersangka yakni AR, RA, MF dan MR. Sedangkan G dan A dinyatakan DPO.

BACA JUGA :  Telan Anggaran Rp.25 Juta Labrak Edaran Kemenkes, Kades Setiajaya: Arahan pendamping desa

Dalam keterangan pers release yang disampaikan Kapolsek Tambelang AKP Miken Fendriyati bahwa pelaku menunggu dijalanan sepi, kemudian korban diikuti. Ditengah perjalanan terus dipepet dan langsung mengeluarkan senjata tajam serta melakukan pembacokan kearah korban.

Pelaku mengayunkan celurit dan mengenai lengan korban, kemudian pelaku langsung mengambil sepeda motor milik korban yakni Yamaha N-Max bernopol B. 4982 FSW.

Penangkapan empat tersangka oleh tim gabungan yakni Unit III Jatanras Polres Metro Bekasi dan Unit Reskrim Polsek Tambelang, berlokasi di Jalan Raya Kali CBL, Wanasari, Cibitung, pada 28 Juli 2021 sekira pukul 18.51 WIB.

Dari penangkapan empat tersangka, polisi mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Vario Nopol B. 4956-TNO warna hitam, satu unit sepeda motor Honda Beat Street Nopol B. 4358-FPW, satu buah celurit, dua switer, dan tiga unit handphone.

Sementara itu, perpanjangan penahanan empat tersangka sejak 18 Agustus hingga 26 September 2021. Diketahui Perpanjangan ini karena pihak kepolisian kurang alat bukti saat pelimpahan (P21) ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Cikarang. (Dji)

  • Bagikan
error: POTRETJABAR.COM