DSDABMBK Gembleng 25 Tukang Pasang Baja Ringan, Tingkatkan Kompetensi Tenaga Konstruksi
PJ.BEKASI – Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) Kabupaten Bekasi terus mendorong peningkatan kompetensi tenaga kerja konstruksi. Salah satunya melalui pelatihan dan sertifikasi bagi 25 tukang pemasang rangka baja ringan.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan tenaga kerja agar mampu menghasilkan pekerjaan konstruksi yang lebih berkualitas, aman, serta sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
Kepala DSDABMBK Kabupaten Bekasi, Henri Lincoln, mengapresiasi peran Tukang.com yang telah menginisiasi kegiatan pembinaan dan sertifikasi bagi para tukang pemasang rangka baja ringan tersebut.
Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki nilai positif karena pembinaan dan sertifikasi tenaga kerja dapat dilakukan tanpa harus menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).
“Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Tukang.com atas peran sertanya menginisiasi kegiatan pembinaan tukang pasang baja ringan dan sertifikasi tanpa harus dibiayai oleh APBD. Pembinaan tenaga kerja konstruksi juga harus dilakukan secara berkelanjutan,” ujar Henri.
Ia menjelaskan, pelatihan tersebut tidak hanya bertujuan memberikan keterampilan teknis, tetapi juga mendorong tersedianya tenaga kerja konstruksi yang profesional dan telah memiliki sertifikat kompetensi.
“Kegiatan ini tentunya mendidik para tukang dan bisa menyediakan tukang-tukang profesional dan bersertifikasi yang akan dimasukkan ke aplikasi Tukang.com,” katanya.
Henri menambahkan, sesuai tugas pokok dan fungsi Bidang Bina Konstruksi, DSDABMBK memiliki tanggung jawab dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja konstruksi agar sesuai dengan standar yang berlaku.
“Dalam hal ini bidang bina konstruksi memiliki tupoksi meningkatkan kompetensi tukang sesuai standar, agar mampu menghasilkan pekerjaan yang berkualitas dan aman,” jelasnya.
Usai mengikuti pelatihan, sebanyak 25 peserta kemudian menjalani proses sertifikasi kompetensi. Dalam tahapan tersebut, peserta diuji berdasarkan pengetahuan, keterampilan, serta sikap kerja sesuai standar jabatan Tukang Pasang Rangka Baja Ringan.
Sertifikat kompetensi yang diperoleh nantinya menjadi bukti bahwa tenaga kerja tersebut telah memenuhi standar kompetensi yang dipersyaratkan dalam pekerjaan konstruksi.
Henri mengatakan, program peningkatan kompetensi seperti ini ke depan diharapkan dapat diperluas ke berbagai klasifikasi tenaga kerja konstruksi lainnya.
“Harapannya Kabupaten Bekasi memiliki SDM konstruksi yang unggul, profesional, adaptif terhadap teknologi, dan mampu mendukung percepatan pembangunan infrastruktur,” tandasnya.
(Dam)











