Dulang Medali Terbanyak, Kab.Bekasi Gunakan Atlet Cabutan?

PJ.BEKASI – Nama Kabupaten Bekasi melesat pada Porprov XIV Jabar 2022 yang tengah berlangsung. Nama Kabupaten Bekasi berada di pucuk kelasemen sementara karena berhasil menyabet medali terbanyak.
Hingga Rabu (16/11), Pukul: 13:27 WIB hasil untuk sementara Kabupaten Bekasi masih bertahan memimpin di posisi pertama dengan perolehan 101 emas, 76 perak, dan 81perunggu.
Pada posisi kedua masih membayangi, kontingen Kabupaten Bogor dengan perolehan 84 medali emas, 67 perak, dan 83 perunggu.
Sedangkan di urutan ketiga kontingen Kota Bandung masih terus menyusul dengan perolehan 68 emas, 66 perak, dan 83 perunggu.
Disela memuncaknya nama Kabupaten Bekasi di kelasemen sementara Porprov, Ketua Umum Komite Masyarakat Peduli Indonesia (KOMPI), Ergat Bustomi menyebut itu diduga hasil persengkongkolan, Ergat juga mengatakan KONI Kabupaten Bekasi kuat dugaan menggunakan atlet luar daerah.

Hal itu dikatakan Ergat karena terbukti adanya klaim Atlet dari Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Perserosi) Jawa Tengah yang mengirimkan surat kepada KONI Jawa Barat agar mencoret atlet Perserosi Jawa Tengah yang membela Kabupaten Bekasi dalam Porprov XIV Jabar 2022.
“Dalam surat tersebut, Porserosi Jateng meminta pengurus Porserosi Jawa Barat agar tidak menyertakan atlet asal Jateng sebagai kontingen Kabupaten Bekasi pada Porprov XIV Jabar 2022, dan menurut informasi yang dihimpun atlet yang bermasalah dimaksud disinyalir adalah atlet untuk nomor skateboard,” kata Ergat.
Dikatakannya, isu penggunaan atlet luar daerah dari dulu sampai sekarang masih saja muncul ketika perhelatan olahraga tingkat provinsi tersebut dilaksanakan.
Kata Ergat, hal itu dikarenakan, ketidakterbukaan KONI Kabupaten Bekasi dalam proses pendataan biodata diri atlet, perekrutan, pembinaan, dan terkait mutasi atlet dari atlet luar daerah menjadi atlet Kabupaten Bekasi.
“Saya minta KONI Kabupaten Bekasi untuk terbuka terkait jumlah atlet yang sah milik Kabupaten Bekasi berapa jumlahnya. Dan saya juga meminta KONI Kabupaten Bekasi untuk terbuka terkait atlet yang di klaim pengurus Perserosi Jateng adalah atletnya, jangan sampai atlet – atlet yang disinyalir bermasalah tersebut benar – benar atlet cabutan, ketika selesai turnamen, dapet bonus terus menghilang,” ujar Ergat.
“Dalam waktu dekat kami akan bersurat ke KONI Jabar,”pungkasnya.(rm/red)











