Eceng Gondok Jadi Penyebab Banjir Perumahan di Cikarang Utara
PJ.BEKASI – Pasca banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Cikarang Utara, warga Desa Karangraharja bergotong royong membersihkan eceng gondok yang menyumbat aliran Kali Ulu di kawasan Perumahan Grand Cikarang City.
Pembersihan dilakukan dengan menyusuri sungai sepanjang kurang lebih 300 meter yang dipenuhi gulma air dan tumpukan sampah. Warga menilai, meluapnya Kali Ulu saat hujan deras dipicu oleh tersumbatnya aliran sungai akibat eceng gondok dan sampah.
Salah seorang warga, Nurhayani (43), mengungkapkan banjir yang terjadi pada Minggu (18/1) lalu di luar perkiraan warga. Pasalnya, selama ini genangan air di wilayah tersebut biasanya cepat surut.
“Banjir kemarin benar-benar tidak kami sangka. Biasanya hanya genangan dan cepat surut. Tapi kemarin debit air Kali Ulu tinggi, ditambah tersumbat eceng gondok, akhirnya meluap,” ujarnya.
Ia mengaku air datang dengan cepat sehingga terpaksa menyelamatkan barang-barang seadanya dan mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. Nurhayani berharap pemerintah segera melakukan normalisasi Kali Ulu agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kalau hujan deras dan lama, pasti kepikiran terus. Takut kejadian lagi, sampai tidur pun tidak nyenyak karena bolak-balik memantau air,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Karangraharja, Suhendra, menjelaskan Kali Ulu melintas di tengah permukiman warga dan kawasan perumahan. Kondisi sungai yang dipenuhi eceng gondok, sampah, serta endapan lumpur dinilai berpotensi besar memicu banjir susulan.
“Banyak sampah, eceng gondok, dan endapan lumpur di Kali Ulu. Ini yang membuat air cepat meluap saat hujan deras,” katanya.
Selain itu, sistem drainase yang belum berfungsi optimal juga memperparah genangan. Saat ini, pihak desa masih fokus pada penanganan darurat dan upaya pencegahan awal.
“Penanganan banjir tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Perlu peran bersama. Untuk solusi jangka panjang, kami terus berkoordinasi dengan kecamatan dan kabupaten terkait normalisasi sungai dan perbaikan drainase,” ujarnya.
Camat Cikarang Utara, Enop Can, menambahkan bahwa aksi pembersihan Kali Ulu secara swadaya ini merupakan respons cepat pascabanjir yang melanda lima desa di wilayahnya. Banjir terjadi akibat meluapnya Kali Ulu serta saluran irigasi perumahan yang belum mampu menampung debit air tinggi.
“Dampak terberat terjadi di Desa Karangraharja, Tanjungsari, dan Karangasih. Selain merendam permukiman seperti Puri Cikarang Hijau dan Sakura, banjir juga menggenangi lahan pertanian warga. Saat ini kami masih melakukan pendataan kerugian materiil,” jelasnya.
Melalui aksi bersih-bersih ini, diharapkan fungsi Kali Ulu dapat kembali optimal. Pemerintah setempat juga mengimbau masyarakat untuk menjaga budaya gotong royong serta tidak membuang sampah ke sungai demi mencegah banjir terulang.











