Harus Oprasi 5 Kali, Tomi Penderita Urat Syaraf Minta Bantuan Pemkab Bekasi

Tomi Riyadi penderita urat Syaraf pada tangan kanannya dan Ibu Asih Nurhayat warga Desa Cikarang Kota minta Bantuan Pemkab Bekasi untuk Pengobatan yang. (Foto : Redaksi)
Tomi Riyadi penderita urat Syaraf pada tangan kanannya dan Ibu Asih Nurhayat warga Desa Cikarang Kota minta Bantuan Pemkab Bekasi untuk Pengobatan yang. (Foto : Redaksi)

PJ. BEKASI – Sungguh malang nasib Tomi Riyadi (27) warga Kampung Buni Asih Gg. H. Mugni RT. 02 RW. 06 Desa Cikarang Kota Kecamatan Cikarang Utara Kabupaten Bekasi, sejak delapan bulan lalu dirinya menderita penyakit urat syaraf pada tangan kanannya dan tidak sanggup untuk berobat lagi lantaran tak ada biaya.

Cacat permanen selalu menghantuinya, karenanya Ia berharap ada bantuan dari Pemkab Bekasi agar dapat dioperasi di RSUP dr. Hasan Sadikin Bandung untuk kesembuhannya.

Sebelumnya kondisi Tomi normal sperti anak pada umumnya, namun sejak delapan bulan lalu Ia mengalami kecelakaan dan divonis menderita urat syaraf pada tangan kanannya.

BACA JUGA :  Nomor 2 Terpilih Jadi Kades PAW Segaramakmur

Segala upaya untuk pemulihan sudah dilakukan namun apalah daya dengan ekonomi yang terbatas sehingga menghentikan pengobatannya.

Diungkapkan Ibu dari Tomi, Asih Nurhayati, kata Ia penyakit yang diderita anaknya tidak ditanggung biayanya oleh BPJS Kesehatan, jadi selama pengeobatan, Ia pakai biaya sendiri.

Sejauh ini kata Ia, belum ada bantuan dari pemerintah Desa maupun Pemerintah Daerah hanya saja dari para tetangga yang perduli terhadap kesehatan Tomi sehingga Ia dapat membawa Tomi untuk ke RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung.

“Dari para tetangga-tetangga disini lah yang menolong saya untuk pengobatan Tomi ke Bandung, karena suami saya juga lagi sakit dan saya tidak memiliki biaya lagi,” keluh Asih, Minggu (26/4/20).

BACA JUGA :  Lewat Bermain, Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi UMB Ajarkan 5S

Setelah ditangani untuk pemulihan kesehatan yang diderita Tomi, kata Asih, pihak RSUP Dr. Hasan Sadikin menyarankan harus operasi, sedangkan operasinya tidak cukup hanya 1 kali melainkan sampai 5 kali.

Asih khawatir jika hal itu tidak dapat dioperasi dan tidak ditangani maka anaknya akan mengalami cacat permanen.

Ia meminta Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) dapat membantu dalam pengobatan anaknya, sebab jika harus bayar dirinya sudah tidak ada biaya lagi untuk kesembuhan Tomi.

“Sekali lagi saya memohon bantuannya kepada Pemkab Bekasi karena saya tidak punya biaya lagi,” ucapnya dengan mata berlinang air mata. (red)

error: POTRETJABAR.COM