Scroll Untuk Melanjutkan Membaca
BEKASIPOLHUKRIM

Kejari Kabupaten Bekasi Musnahkan Barang Bukti

×

Kejari Kabupaten Bekasi Musnahkan Barang Bukti

Sebarkan artikel ini

PJ.BEKASI – Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi, Jawa Barat bersama Forkopimda melakukan pemusnahan barang bukti perkara yang sudah inkrah atau berkekuatan hukum tetap.

Pemusnahan barang bukti itu dilakukan langsung Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi,  Dwi Astuti Beniyati. Kata Ia, sejumlah barang bukti yang dimusnahkan tersebut merupakan barang bukti perkara yang sudah inkrah sejak Juli hingga Desember 2023.

Barang bukti itu dari perkara tindak pidana peredaran narkotika, obat keras tertentu (OKT), minuman keras, uang palsu maupun barang bukti tindak pidana kekerasan.

“BB dimusnahkan yang sudah ada keputusan dari pengadilan. Ada dari narkoba, rokok ilegal, begal seperti senjata tajam celurit dan lainnya,” jelas Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi, Dwi Astuti Beniyati di Halaman Kantor Kejaksaan pada Kamis (7/12/23).

Adapun perkara menonjol yang barang buktinya dimusnahkan pada hari ini, kata Dwi Astuti Beniyati adalah kasus pembegalan. Ada 26 perkara begal dengan barang bukti 26 bilah senjata tajam jenis celurit.

“BB kasus menonjol disini kebanyakan memang perkara begal ya. Seperti kita lihat ini banyak juga celurit yang kita musnahkan,” katanya.

BACA JUGA :  Idul Adha 1442 H, Coca-Cola Europacific Partners Indonesia Menyerahkan 143 Hewan Kurban

Kajari menegaskan, pihaknya terus berkomitmen dan transparan dalam penanganan barang bukti perkara tindak pidana ini. Termasuk, pihaknya berupaya membuat inovasi dalam mempermudah warga mengambil barangnya yang menjadi barang bukti dalam sebuah perkara.

“Ini PR kita akan selesaikan, tentu sesuai ketentuan harus dimusnahkan kita musnahkan. Termasuk BB yang harus dikembalikan ke warga atau pemiliknya,” tutupnya.

Berikut rincian barang bukti pemusnahan di Kejari Kabupaten Bekasi; Sabu 59 perkara dengan barang bukti (BB) sebanyak 555,73151 gram, ganja 11 perkara 563,6106 gram, senjata tajam 26 perkara sebanyak 26 bilah.

Kemudian obat keras tertentu (OKT) ada 9 perkara, BB tramadol sebanyak 2.819 butir, heximer 3.503 butir dan Trihexpyndl 190 butir.

Lalu, softgun satu perkara, jamu tiga perkara BB 1.353 box, uang palsu satu perkara BB 89 lembar, handhphone 12 perkara BB 12 unit, minuman keras satu perkara BB 15 botol dan rokok ilegal satu perkara BB 9.650 batang.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: POTRETJABAR.COM