banner 728x90

Kejari Kabupaten Bekasi Selamatkan Uang Negara Rp. 265 Juta dari Perkara Korupsi TKD

  • Bagikan
IMG 20210827 143421
Kejari Kabupaten Bekasi Selamatkan Uang Negara Rp. 265 Juta dari Perkara Korupsi TKD

PJ. BEKASI –  Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi berhasil selamatkan uang negara sebesar besar Rp. 265.000.000 dari kasus korupsi Tanah Kas Desa (TKD) Nagasari Kecamatan Serang Baru.

Kejari Kabupaten Bekasi Ricky Setiawan Anas mengatakan, pengembalian uang sebasar Rp. 265 juta dari perkara tindak pidana korupsi TKD Desa Naga Sari dengan terdakwa mantan Kepala Desa atas nama Camin Mulyadi (CM) yang saat ini sudah memasuki penuntutan.

“Pengembalian uang negara dari perkara tindak pidana korupsi TKD Nagasari tahun 2017, dengan terdakwa Sdr. Camin Mulayadi, dan pada hari ini terdakwa mengembalikan kerugian uang negara sebesar Rp.265 juta” kata Kajari saat Press Release, Jumat (27/08/21).

BACA JUGA :  Puluhan Kendaraan Diputar Balik di Pos Penyekatan PPKM Darurat Cikarang Pusat

Pengembalian uang itu kata Ia, hasil perhitungan dari BPKP,  dengan dasar pengembalian kerugian uang negara tersebut dapat menjadi pertimbangan meringankan bagi Jaksa Penuntut Umum (JPU).

“Dengan pengembalian uang negara dari terdakwa, menjadi bahan pertimbangan meringankan dari JPU,”ucapnya.

Ditambahkan Kasi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Kabupaten Bekasi Barkah Dwi Hatmoko menerangkan, perkara tidak pidana korupsi dengan terdakwa CM hasil dari pengembangan perkara yang ditangani Tipikor Polres Metro Bekasi denagan terdakwa atas nama Martam mantan kades Nagasari yang telah divonis 4 tahun penjara.

Ia telah telah menyalahgunakan pengelolaan TKD yang disewakan ke perusahaan untuk dijadikan Pasar Kupang di Serang Baru.

BACA JUGA :  Geger, Lagi Isoman Warga Cibitung Ditemukan Tak Bernyawa

“Terdakwa Camin hasil perkembangan dari sdr Martam yang ditangani Polrestro Bekasi, perkara tindak pidana korupsi 2016-2017 TKD Nagasari yang disewakan ke CV Persada dan CV. Blue Sistem dengan kesepakatan sewa sebesar Rp.300 juta untuk 15 tahun, hasil sewa TKD seluas 6000 m2 tidak dimasukan ke Kas Desa,” bebernya.

Terdakwa CM lanjut Ia, beralasan hasil sewa TKD tersebut untuk  operasional desa namun ia tidak bisa dibuktikan pertanggungjawabannya, saat ini terdakwa CM sudah memasuki masa penuntutan dan untuk sidang berikutnya dijadwalkan pada hari Rabu, 9 September 2021 akan datang.

“Pengembalian uang negara ini akan disetorkan ke Kas Negara, ” pungkasnya.(red)

banner 728x90 banner 728x90 banner 728x90 banner 20x50 banner 20x50 banner 20x50
  • Bagikan
error: POTRETJABAR.COM