BEKASI  

Migor Curah Murah Jadi Perebutan Kaum Hawa di Cikarang

Bawa derigen, Ibu – ibu di Cikarang Kabupaten Bekasi antri beli minyak goreng curah.

PJ. BEKASI – Sambil membawa jerigen, Warga yang di dominasi kaum hawa yakni ibu – ibu dan para pedagang kecil di Cikarang Utara, berbondong-bondong mengantri mendapatkan minyak goreng curah, di Pasar Depan Plaza Cikarang, di Jalan Kapten Sumantri, Desa Cikarang Kota, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, sebab harga minyak curah tersebut terbilang murah.

Tingginya harga minyak goreng sangat menyulitkan warga khususnya ibu rumah tangga untuk kebutuhan sehari-hari, sehingga dengan hadirnya minyak goreng dengan harga murah merupakan kesempatan emas untuk kaum ibu-ibu.

Salah satunya, Lili (38) warga Cikarang Utara yang mengantri sejak pagi mengatakan, harga minyak goreng dipasaran yang masih tinggi membuat dirinya rela ikut mengantri demi mendapatkan minyak goreng curah tersebut.

“Ngantri Minyak, karena saya butuh, dipasaran harganya beda-beda sih, ya kalau untuk minyak curah kan harganya ada yang masih 18 ribu adang 17 ribu, kalau untuk minyak kemasan yang dua literan itu ada yang 48 ribu ada yang 52 ribu, di pasar sini masih tinggi beberapa hari yang lalu aja saya beli itu harga ecerannya itu 17.500 perliter,” ujar Lili. saat di wawancara.Senin (21/3/22).

BACA JUGA :  Aneh Pemkab Bekasi, Kemiskinan Pesat APBD Meningkat

Kendati kemudian, Abun Nurhasan selaku koordinator pendistribusian minyak goreng curah murah tersebut, berkat adanya kerjasama antara Paguyuban Pedagang Cikarang dan Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) dalam rangka meringankan beban masyarakat akibat harga minyak goreng yang masih tingi.

“Alhamdulillah ini 12 ton kita turunkan untuk membantu meringankan beban masyarakat karena kondisi minyak sayur saat ini memang lagi luar biasa mahalnya, disini kita jual harga sesuai aturan pemerintah dan tentunya dibawah harga pasaran,” jelas Abun.

Menurutnya, dalam pendistribusian kali ini masyarakat bisa membeli dengan jerigen besar ukuran 16 kilogram, hal tersebut masyarakat bisa membeli secara berkelompok agar tida terjadi antrian yang panjang jika hanya menggunakan jerigen kecil serta diharapkan pendistribusiannya bisa merata.

“Kita batasi minimal satu dirigen gede tujuannya biar masyarakat ini bisa ambil nya bareng per kelompok, jadi tidak ada kendala kalau yang dirigen kecil kan itu malah antrian pasti panjang, jadi akhirnya malah gak selesai-selesai,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Patut Dicontoh, Anggota Satlantas Polrestro Bekasi Lakukan Hal ini di Jalan

Ia berharap, agar Pemerintah Kabupaten Bekasi bisa lebih banyak menggelar operasi pasar minyak goreng murah, agar masyarakat serta pedagang kecil bisa mendapatkan minyak goreng curah dengan harga yang murah. Menurut Abun, selama ini pihaknya telah meminta adanya kerjasama antara pedagang dan Pemkab Bekasi untuk memberikan solusi minyak goreng murah kepada masyarakat, namun sayangnya kata Abun, Pemkab Bekasi sendiri belum merespon hal tersebut.

“Saya pikir sih ke depan Pemerintah Kabupaten Bekasi juga yang belum melakukan hal seperti ini nih (operasi pasar). Kita sendiri sudah berusaha semaksimal mungkin bagaimana caranya bisa duduk bareng dengan pemerintah sampai saat ini belum ada respon,” tuturnya.

“Tapi alhamdulillah support dari pihak luar bagaimana caranya paguyuban ini bisa bermanfaat bagi masyarakat, ini sudah terlaksana salah satunya,” pungkas Abun.(Ade)