BEKASI  

Minim PJU, Jalan Raya Sukatani – Pebayuran Rawan Begal

Rawan Begal Warga Minta Jalan Raya Sukatani Pebayuran dipasangi PJU
Jalan Raya Sukatani Pebayuran Di Malam Hari Gelap Gulita, Butuh Penerang Jalan Umum. Foto : Redaksi

PJ. BEKASI – Para pengguna jalan raya antara Sukatani – Pebayuran mengeluhkan minimnya Penerangan Jalan Umum (PJU) saat melintasi jalan tersebut. Pasalnya jalan yang merupakan akses alternatif antara Kabupaten Bekasi dan Karawang itu jika malam hari kondisinya gelap gulita, sehingga rawan terjadinya aksi kriminal jalanan seperti penjambretan dan pembegalan.

“Jalan Raya Sukatani Pebayuran ini jika malam hari kondisinya sangat sepi dan gelap. Terutama daerah antara Pulosirih sampe Pulopanjang Ciboyong yang jauh dari pemykiman warga, lokasi ini rawan begal dan tindakan kejahatan lainnya. Kasus terbaru terjadi sekitar seminggu yang ada karyawan pulang kerja dibegal disitu” ungkap Aris selaku warga sekitar sekaligus pengguna jalan kepada potretjabar.com Selasa (11/01).

BACA JUGA :  Ssttt..!, KPK Backup Pejabat Kabupaten Bekasi?

Aris menyayangkan kurangnya perhatian dari pemerintah melalui dinas terkait soal tidak adanya PJU di jalur Jalan Raya Sukatani Pebayuran. Padahal jalan tersebut merupakan jalan utama penghubung antara wilayah perbatasan Kabupaten Bekasi dengan Kabupaten Karawang.Setiap hari banyak warga yang berlalu lalang melintasi jalan tersebut, baik untuk kalangan karyawan perusahaan, pedagang pasar, maupun masyarakat umum.

“Inikan sudah kewajiban pemerintah untuk menyediakan fasilitas publik. Yang seharusnya dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat. Aturannya sudah tertuang dalam peraturan menteri perhubungan nomor 27 tahun 2018 tentang alat penerangan jalan.Bahwa pemerintah harus mengoptimalkan fasilitas perlengkapan jalan guna mewujudkan keselamatan, keamanan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas serta kemudahan bagi pengguna jalan dalam berlalu lintas,” terangnya.

BACA JUGA :  THM Makin Berani, Pj. Bupati Bakal Dilaporkan

Dia meminta untuk instansi terkait, baik Pemerintah Kabupaten, Kecamatan maupun Desa dan instansi lainnya agar segera merealisasikam penerangan jalan umum diwilayah tersebut.

“.Sampai saat ini sepertinya tidak ada respon dari pihak pemerintahaan maupun pihak terkait. Padahal warga sangat resah pasca aksi begal dan khawatir jika ini tidak ditanggapi, akan terjadu lagi aksi pembegalan yg tidak diduga-duga. Sepertinya dibiarkan saja,” pungkasnya. (Dit/Red).

error: POTRETJABAR.COM