Mukab VIII KADIN Kabupaten Bekasi Perkuat Sinergi Dunia Usaha dan Pemerintah
PJ.BEKASI – Musyawarah Kabupaten (Mukab) VIII Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Bekasi Jawa Barat menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara dunia usaha dan pemerintah daerah dalam menghadapi tantangan ekonomi global serta percepatan transformasi digital.
Agenda lima tahunan tersebut juga menjadi forum pemilihan ketua dan kepengurusan baru KADIN Kabupaten Bekasi.
Ketua KADIN Kabupaten Bekasi terpilih, Heri Noviar, mengatakan Mukab merupakan forum evaluasi sekaligus penyusunan arah kebijakan organisasi untuk lima tahun ke depan.
Menurutnya, kolaborasi dengan pemerintah daerah menjadi kunci utama dalam menjalankan fungsi KADIN sebagai mitra strategis pembangunan ekonomi.
“Pada prinsipnya KADIN Kabupaten Bekasi selalu bersinergi dengan pemerintah. Hal itu sejalan dengan amanat organisasi untuk terus berinteraksi dan berkolaborasi dalam mendukung pembangunan sektor ekonomi,” ujarnya.
Heri menambahkan, perkembangan digitalisasi yang berlangsung sangat cepat menuntut pelaku usaha untuk terus beradaptasi.
Ia mencontohkan pemanfaatan sistem pembayaran digital seperti QRIS yang kini telah digunakan oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Menurutnya, tantangan berikutnya adalah memperkuat keterhubungan (link and match) antara UMKM dengan sektor industri besar yang berkembang di Kabupaten Bekasi.
“Kita ingin UMKM tumbuh dan mampu menjadi bagian dari rantai pasok industri. Kabupaten Bekasi memiliki ribuan perusahaan manufaktur, sehingga perlu ada sinergi yang lebih kuat agar UMKM bisa menjadi penunjang industri besar,” katanya.
Selain transformasi digital, Heri juga menyoroti dampak dinamika ekonomi global terhadap sektor industri.
Kenaikan nilai tukar dolar dan meningkatnya biaya produksi, kata dia, mendorong banyak perusahaan melakukan efisiensi operasional.
“Dampaknya cukup besar bagi sektor manufaktur. Namun secara umum, aktivitas ekonomi di Kabupaten Bekasi masih berjalan dengan baik. Pemerintah dan KADIN Indonesia juga terus merumuskan langkah-langkah strategis untuk menghadapi tantangan tersebut,” ungkapnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, menegaskan pentingnya peran KADIN sebagai jembatan antara pemerintah dan dunia usaha, khususnya dalam upaya mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan.
“KADIN merupakan mediator antara pemerintah dengan para pengusaha dan perusahaan. Persoalan pengangguran dan kemiskinan masih menjadi pekerjaan rumah bersama yang harus diselesaikan melalui kolaborasi semua pihak,” ujarnya.
Ia berharap kepengurusan baru KADIN dapat memperkuat kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk membuka lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat.
“Semoga kepengurusan yang baru dapat berkolaborasi lebih baik lagi dengan pemerintah dalam menekan angka pengangguran di Kabupaten Bekasi,” tambahnya.
Hal serupa disampaikan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Budi Muhammad Mustafa. Menurutnya, Mukab merupakan momentum penting untuk memperkuat sinergi antara KADIN, kawasan industri, pemerintah daerah, dan DPRD.
“Harapan kami, hubungan antara kawasan industri, KADIN, pemerintah daerah, dan DPRD semakin kuat sehingga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam penyediaan lapangan pekerjaan,” katanya.
Budi juga mengingatkan pentingnya menjaga iklim investasi di Kabupaten Bekasi di tengah persaingan antar daerah dalam menarik investor.
“Dengan jumlah penduduk sekitar 3,5 juta jiwa, keberadaan kawasan industri dan perusahaan sangat penting dalam mendukung penyerapan tenaga kerja. Karena itu, komunikasi dan kerja sama harus terus diperkuat,” ujarnya.
Di kesempatan yang sama, Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Bekasi, Toto Iskandar, berharap KADIN mampu menjadi motor penggerak kebangkitan pengusaha lokal dan melahirkan lebih banyak wirausaha muda.
“KADIN harus menjadi pelopor kebangkitan pengusaha daerah serta terus bersinergi dengan pemerintah dan DPRD untuk menciptakan ekosistem usaha yang lebih kuat,” katanya.
Menurut Toto, KADIN memiliki peran strategis dalam mempertemukan berbagai pemangku kepentingan serta membuka akses masyarakat terhadap dunia usaha dan industri.
Melalui Mukab VIII ini, KADIN Kabupaten Bekasi menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pembaruan organisasi agar lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.
Dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan penguatan kemitraan, forum tersebut diharapkan menjadi langkah awal lahirnya berbagai program strategis yang mampu meningkatkan daya saing dunia usaha sekaligus mendukung pembangunan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
(Lut)











