Nahas, Korban Banjir di Cikarang Saat Dievakuasi Terseret Arus

  • Bagikan
Foto Redaksi
Foto Redaksi

PJ. BEKASI – Sebuah perahu evakuasi korban banjir di kampung Bengek Desa Simpangan, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, mengalami insiden terbalik tersapu derasnya air. Akibatnya dua orang yang terdiri dari seorang Ibu bersama anaknya usia 4 tahun hilang terseret arus banjir, Sabtu (20/2/21).

Awal terjadinya peristiwa tersebut bermula saat perahu milik Pol Airud yang mengevakuasi 6 orang warga yang terjebak banjir didalam rumahnya, ketika akan menuju ke titik kumpul evakuasi tiba-tiba perahu tersebut mengalami mati mesin dan terbalik akibat tersabu derasnya air. Korban Hasiatul Muminah (25) dan putranya Miftahul Khoir (4) hilang terseret arus banjir kearah aliran kali Cilemah Abang,

“Mesinnya mati arusnya kenceng, terus kita bertahan di pepohonan yang dua hilang keseret arus, iya Ibu sama anaknya umur 4 tahunan” ujar Fitri salah satu warga yang berada di perahu naas tersebut.

BACA JUGA :  750 Pelajar SMP di Tarumajaya Ikut Gebyar Vaksinasi

Tiga orang warga, satu orang anak kecil dan dua petugas Pol Airud berhasil diselamatkan oleh tim evakuasi dari relawan yang melintas lokasi terbaliknya perahu, saat ditemukan para korban dengan kondisi selamat dan ditemukan bertahan di pepohonan.

Proses evakuasi para korban selamat berlangsung dramatis, pasalnya arus air yang kencang membuat para relawan bersusah payah melewati arus kencang untuk bisa sampai di titik kumpul evakuasi.

Foto Redaksi
Foto Redaksi

Para korban selamat berhasil di evakuasi dan di bawa ke Bapelkes, sementara dua korban hilang belum ditemukan hingga berita ini diterbitkan.

BACA JUGA :  Dibalik SK Mendagri, Ada Pesan Segera Proses Wakil Bupati Bekasi Terpilih?

Muhammad Hamzah (31) suami dari dua orang korban hilang, menangis histeris saat mengetahui istri dan anaknya hilang terseret arus.

“Iya, istri sama anak saya yang hilang mas, tadi mereka duluan dievakuasi saya masih di rumah tetangga untuk menunggu giliran di evakuasi. Tapi saya dapat kabar perahunya terbalik anak dan istri saya hilang terseret arus” ujar Hamzah.

Dirinya mengaku Pemkab Bekasi tidak sigap menanggapi apa yang menimpa dirinya tidak direspon dengan cepat. Bahkan dirinya harus terkatung-katung menunggu informasi kabar istri dan anaknya.

“Tidak cepat tanggap, dari jam 10 kejadiannya sampai sekarang saya belum ada kabar apa-apa, evakuasi pencarian juga belum terlihat” tambahnya.(Ade)

  • Bagikan
error: POTRETJABAR.COM