Nelayan di Bekasi Perlu Pahami Digitalisasi, GPS Bantu Tentukan Titik Penangkapan Ikan
PJ.BEKASI – Perairan Kabupaten Bekasi yang membentang dari Tarumajaya hingga Muara Gembong memiliki potensi hasil laut bernilai ekonomis. Namun, potensi tersebut dinilai belum dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Untuk meningkatkan hasil tangkapan ikan nelayan, Dinas Perikanan Kabupaten Bekasi menggelar pelatihan penggunaan Global Positioning System (GPS) untuk menentukan daerah penangkapan ikan atau fishing ground bagi nelayan kecil. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Selasa (27/10/2026).
Analis Pencemaran Laut pada Dinas Perikanan Kabupaten Bekasi, Tasin Suryadi, mengatakan perkembangan teknologi dapat membantu nelayan mengetahui pola perubahan lokasi penangkapan ikan. Salah satu teknologi yang dapat dimanfaatkan adalah GPS untuk menandai dan menentukan koordinat lokasi penangkapan.
Menurutnya, data koordinat yang diperoleh dapat menjadi acuan bagi nelayan untuk kembali ke lokasi penangkapan yang potensial. Dengan dukungan pencatatan data dan pengamatan kondisi perairan, nelayan diharapkan dapat merencanakan kegiatan melaut secara lebih efektif.
“Kita berharap ke depannya nelayan Kabupaten Bekasi semakin pintar dan mampu beradaptasi dengan teknologi. Dengan memanfaatkan teknologi, hasil tangkapan diharapkan lebih tepat sasaran. Seperti kita ketahui, saat ini nelayan kita masih mengandalkan insting dan pengalaman dalam mencari ikan. Mau tidak mau, ke depannya nelayan harus beradaptasi dengan teknologi yang ada,” jelas Tasin.
Ia menyebutkan, jumlah nelayan di Kabupaten Bekasi saat ini diperkirakan mencapai 4.073 orang yang tersebar di wilayah Tarumajaya, Babelan, Cabangbungin, dan Muara Gembong.
Dengan pemahaman mengenai fishing ground, nelayan diharapkan dapat merencanakan lokasi penangkapan sebelum berangkat melaut. Perencanaan tersebut berpotensi membantu menghemat bahan bakar dan menekan biaya operasional, sekaligus membuat kegiatan penangkapan ikan lebih efisien.
“Dengan jumlah nelayan Kabupaten Bekasi yang saat ini kurang lebih 4.073 orang, ke depannya diharapkan mereka bisa membaca fishing ground atau titik kumpul ikan. Jadi, sebelum mencari ikan, sudah ada perencanaan di titik mana ikan berkumpul sehingga nelayan bisa lebih efisien dalam menggunakan bahan bakar dan biaya operasional,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Paguyuban Nelayan Kabupaten Bekasi, Nurjalih, menyambut baik pelatihan yang diselenggarakan Dinas Perikanan Kabupaten Bekasi tersebut. Ia mengapresiasi upaya pemerintah daerah dalam memberikan pengetahuan baru kepada para nelayan, khususnya terkait pemanfaatan teknologi untuk mendukung aktivitas melaut.
“Kami para nelayan sangat berterima kasih dan senang karena mendapatkan ilmu dan pengetahuan tentang teknologi dalam mencari ikan di laut. Perlu diketahui, selama ini para nelayan mencari ikan dengan mengandalkan pengalaman. Kami juga berharap tidak hanya diberikan ilmunya, tetapi ke depannya bisa dibantu dalam pengadaan alatnya,” ungkap Nurjalih.
Pelatihan penggunaan GPS ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mendorong transformasi digital sektor perikanan tangkap di Kabupaten Bekasi. Selain meningkatkan pengetahuan nelayan, dukungan berupa ketersediaan perangkat, pendampingan teknis, dan pemanfaatan data lokasi penangkapan juga menjadi faktor penting agar teknologi tersebut dapat diterapkan secara berkelanjutan.
Dengan demikian, digitalisasi di sektor perikanan diharapkan tidak hanya membantu nelayan menentukan lokasi penangkapan, tetapi juga mendukung efisiensi operasional dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir Kabupaten Bekasi.
(Dam)










