Scroll Untuk Melanjutkan Membaca
Example 360x660
BEKASIPENDIDIKAN

Pengakuan Wali Murid Dipinta Nebus Raport Berujung Geratis

×

Pengakuan Wali Murid Dipinta Nebus Raport Berujung Geratis

Sebarkan artikel ini

PJ.BEKASI – Dunia pendidikan di wilayah Kabupaten Bekasi diwarnai dengan dugaan pungli, belum lama ini Wali Murid siswa SMPN 1 Cabangbungin sempat mengaku dipinta nebus raport hingga ratusan ribu.

Junaedi orang tua dari Fhauzhi Azis Hamzah siswa SMPN 1 Cabangbungin warga Desa Sukaindah Kecamatan Sukakarya mengungkapkan dugaan pungli yang hendak dilakukan oleh oknum guru.

Junaidi mendapatkan keterangan dari Istrinya bahwa raport anaknya belum diserahkan oleh pihak sekolah lantaran belum ditebus dengan nominal ratusan ribu, padahal Fhauzhi sudah lulus dari SMPN 1 Cabangbungin dan hendak melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi.

Kata Junaedi, raport itu dibutuhkan mendesak untuk persyaratan mendaftarkan Fhauzhi ke SMAN 1 Sukawangi. Merasa dirinya tidak punya uang akhirnya Ia meminjam uang tetangganya sebesar Rp.400 ribu.

Besaran angka itu hasil keterangan dari Ibunda Fhauzhi, Rp.260 ribu untuk raport dan sisanya untuk sampul raportnya.

“Setelah saya ke sekolah sudah banyak guru, dan ibu guru yang tadinya minta buat penebusan raport nggak jadi. Katanya sudah ada tayang pemberitaan di media, duit boleh minjem gak kepake jadinya nih”kata Junaedi menceritakan usai pengambilan raport, Jumat (23/06/23).

BACA JUGA :  500 Warga Kelurahan Margahayu Bekasi Timur Divaksin

Junaidi mengaku sempat diajak berbincang dengan Wakil Kepsek SMPN 1 Cabangbungin, Ia diberitahu bahwa tidak ada uang untuk penebusan raport alias geratis bagi siswa di sekolah.

“Katanya tidak ada uang untuk penebusan raport, kalau pun mau ngasih kebijakan silahkan 20 ribu, tidak juga tidak apa – apa,”kata Ia seraya menirukan.

Ibu Fhauzhi lanjut Ia, sempat cemas gegara hal ini terjadi padanya. Sebelumnya hal serupa juga pernah terjadi pada anaknya saat itu sedang ujian, namun yang membuat miris tidak kebagian kursi untuk melaksanakan soal ujian.

“Dulu juga pernah rame di sekolah, orang anak saya gak kebagian bangku waktu ujian, eh sekarang kejadian lagi aja anak saya mau dimintain duit wat nebus raport. setelah rame pemberitaan mah jadi geratis ambil raport,”pungkasnya.

Sebelumnya, menanggapi hal itu, pihak SMPN 1 Cabangbungin membantah akan adanya penebusan raport yang dipungut biaya hingga ratusan ribu pada wali murid. Bahkan kabar penebusan raport itu disebutkan tidak benar.

“Walaikum salam, Tidak ada nebus rapot,”kata Wakil Kepsek SMPN 1 Cabangbungin Tamrin saat dihubungi potretjabar.com.

“Manya Allah hoax itu,”sambung Ia singkat.(Ang/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: POTRETJABAR.COM