BEKASI  

Pengangguran Membludak, FBK MM2100 Ancam Demonstrasi

ilistrasi

PJ. BEKASI – Pada 2023 ini akan terdapat risiko meningkatnya pengangguran. Hal itu disebabkan karena lebih tingginya angkatan kerja dibandingkan kesempatan kerja.

Hal ini dikatakan Ketua Forum Bocah Kawasan (FBK) MM2100, H. Heri. S, Sabtu (07/1/23). Kata H. Heri. S, atas dasar tersebut dirinya dan sejumlah jajaran FBK membentuk organisasi itu. H. Heri. S juga mengatakan, pihaknya akan melakukan aksi demonstrasi pada (23/1/2023) mendatang dengan jumlah masa aksi sekitar 500 orang.

“Pengusaha-pengusaha di MM2100 Kami anggap sama sekali tidak memperdulikan pemuda sekitar. Dari sebelas desa yang tergabung FBK MM2100 ini, tingkat masalah penganggurannya berbeda-beda. Namun persoalannya sama yaitu pengangguran,” papar H. Heri. S.

BACA JUGA :  Korsleting Listrik, Ruang Santri As'Sofiani Terbakar

H. Heri. S menyebutkan, sebelas desa yang tergabung pada FBK MM2100 meliputi Desa Telajung, Ganda Mekar, Sukadanau, Cikedokan, Jatiwangi, Gandasari, Danau Indah, Mekarwangi, Telaga Asih, Harja Mekar dan desa Telaga Murni.

“Kami akan demonstrasi di titik objek vital. Dari 500 masa aksi, Kami akan membuat dua titik aksi,” cetus H. Heri. S juga.

Sementara itu, Wakil Ketua FBK MM2100, Hendra menjabarkan pengangguran globalisasi. Kata dia, angka pengangguran tiga tahun terakhir sangat memprihatinkan, puncaknya pada semester II-2020 akibat pandemi Covid-19 menjadikan tahun tersebut mempunyai angka pengangguran tertinggi mencapai 9,7 juta orang atau sekitar 7,07% dari total jumlah penduduk usia kerja.

BACA JUGA :  Puting Beliung Terpa Muaragembong, Rumah Ringsek Korban Patah Tulang

Lalu semester I-2021 turun menjadi 8,7 juta orang dan naik menjadi 9,1 juta orang pada semester II.  Kemudian semester I-2022 turun menjadi 8,4 juta orang. Pada semester I-2022 Lulusan SMA dan SMK menyusun angka pengangguran terbesar.

“Ini sangat miris, jika di Kabupaten Bekasi yang berlabel daerah industri terbesar se-Asia Tenggara memiliki pengangguran yang banyak daripada peluang pekerjaannya,” kata Hendra.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah angkatan kerja Indonesia mencapai 144,01 juta jiwa pada Februari 2022. Jumlah tersebut mencapai 69,06% dari total penduduk usia kerja yang berjumlah 208,54 juta jiwa. (rm)

error: POTRETJABAR.COM