BEKASI  

Plt Walikota Bekasi Ajukan Rombak Kabinet Bentukan Pepen

Ilustrasi
Ilustrasi.

PJ. BEKASI –  Ketua LSM Jendela Komunikasi (Jeko) Hendri Efendi mengatakan, “Diam-diam menghanyutkan” mungkin itulah kalimat yang pantas disematkan dengan apa yang dilakukan Plt. Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto dalam merestrukturisasi para pejabat untuk menjalankan roda pemerintahan, pasca Walikota Rahmat Effendi ditangkap KPK.

“Ya, lembaga kami melihat dan menilai. Pasca Walikota Rahmat Effendi ditangkap KPK. Nampaknya, Tri Adhianto langsung menyusun kekuatan. Hal itu terlihat sudah 2 kali melayangkan surat permohonan ijin Mutasi dan Promosi sejumlah pejabat Eselon II, III dan IV,”kata Ketua LSM Jeko Hendri Efendi.

BACA JUGA :  Tak Berizin, Istana Ratu Sampah di Bekasi Disegel

Menurutnya, surat permohonan ijin restrukturisasi “kabinet” Rahmat Effendi yang akan dilakukan Tri Adhianto merupakan bentuk ekspektasi dari oknum pembisik yang bermain dua kaki, sehingga Plt Walikota Bekasi itu terbawa arus.

Ketua LSM Jeko itu juga menegaskan bahwa surat permohonan ijin Mutasi, Promosi yang diajukan Tri Adhianto ke Provinsi Jawa Barat itu dibuat tanggal 6 April 2022. Adapun Nomor suratnya 800/2483/BKPSDM/Adap

“Coba lihat dan perhatikan, dalam lampiran surat itu ada 72 orang pejabat dari beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang di mutasi, bahkan ada 10 orang yang di promosi. Adapun rinciannya 29 orang Eselon III A dan 24 orang Eselon III B. Sedangkan untuk Eselon IV A jumlahnya 19 orang,” kata Hendri sambil memperlihatkan surat dimaksud.

BACA JUGA :  Seorang Wanita Tertangkap Tangan Usai Mengutil di Supermarket Tokma

Ketua LSM Jeko itu juga menyebutkan bahwa tidak menutup kemungkinan sejumlah Eselon II juga ada yang dimutasi, seperti misalnya Kepala Dinas Bina Marga Sumber Daya Air, Kepala Dinas Penanaman Modal & Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidkan. (Red)