BEKASI  

Punya Industri Terbesar, Warganya Tinggal di Gubuk Bilik

Rumah bilik milik warga Desa Sukamulya Untung widodo
Rumah bilik milik warga Desa Sukamulya Untung wibowo. Foto : Sundang/Redaksi

PJ. BEKASI – Miris memang, sebagai wilayah Industri terbesar se-Asia Tenggara, warga Kabupaten Bekasi masih saja banyak tinggal di rumah gubug bilik yang tidak layak huni, dan itu dirasakan Untung Wibowo warga kampung Srengseng RT 03/04 Desa Sukamulya Kecamatan Sukatani Kabupaten Bekasi yang tinggal gubug bilik.

Untung Wibowo hanya pekerja buruh serabutan yang tak menentu penghasilannya, saat ini mengurus dua orang anaknya dan tinggal dirumah dengan atap mau ambruk dan bila hujan datang bocor pun tak terhindarkan sehingga air pun menggenang didalam rumah.

BACA JUGA :  Tutup Semua THM, Satpol PP: Tunggu perintah Kasat

Untung mengaku apa bila datang hujan dia dan anaknya slalu mengungsi kerumah tetangga terdekat, bahkan saat tidak hujan pun anaknya tidur dirumah temannya atau tetangga karena khawatir atap rumahnya ambruk.

“Saya tinggal bersama dua orang anak dan istri saya jadi TKW, saya dan anak anak slalu mengungsi kerumah tetangga bila hujan tiba, bahkan disaat tidak hujan pun kadang anak anak tidur dirumah temannya karena khawatir atap rumah saya ambruk” tutur untung.

BACA JUGA :  Palak Supir, Lima Orang Diamankan Polisi

Rumah b

“Yah uang kiriman dari istri paling buat biaya anak sekolah dan sisanya buat makan,” tambah Untung kepada potretjabar.com (6/3/2020) dikediamannya.

Ia berharap, dapat merasakan program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten Bekasi agar dapat mendapatkan tidur nyenyak tanpa harus khawatir akan kebocoran yang setiap hari dirasakan ketika turun hujan. (Sun).

error: POTRETJABAR.COM