banner 728x90

Rumah Guru Ngaji di Sukawangi Hampir Roboh, Pemerintah Belum Mau Bantu

  • Bagikan
Karman (50) warga Kampung Galian RT 03 RW 03 Desa Sukakerta Kecamatan Sukawangi Kabupaten Bekasi Jawa Barat
Rumah Karman (50) warga Kampung Galian RT 03 RW 03 Desa Sukakerta Kecamatan Sukawangi Kabupaten Bekasi Jawa Barat. 

PJ. BEKASI – Kabupaten Bekasi disebut – sebut daerah Industri terbesar se-Asia Tenggara, namun tak berbanding dengan kesejahteraan warganya, faktanya masih saja ada warga yang rumahnya bilik bahkan rapuh termakan usia yang tak lama lagi akan roboh.

Hal itu dialami oleh Karman (50) warga Kampung Galian RT 03 RW 03 Desa Sukakerta Kecamatan Sukawangi Kabupaten Bekasi Jawa Barat yang keseharianya mengajar mengaji anak – anak sekitar, dengan tiga anaknya yang masih belia Ia berdiam di rumah beralaskan tanah dengan dinding bilik yang sudah bolong – bolong yang hampir roboh.

BACA JUGA :  Menjual Obat Covid-19 Diatas HET, Pengusaha Apotek di Cikarang Terancam Hukuman 5 Tahun

Bukan hanya itu, atap genteng yang sudah pada pecah tidak mampu lagi menahan air jika dimusim penghujan datang sehingga kebocoran pun tidak bisa dihindarkan, dalam rumahnya pun nampak tak ada batas antara kamar dan dapur.

“Saya nempatin rumah ini berlima dengan anak saya, yah kalau hujan ya kebocoran, kadang tidur diluar, ” kata Karman kepada potretjabar.com dengan nada rendah Rabu (28/10/20).

Selain mengajar ngaji, untuk memenuhi kebutuhan keluarganya Karman bekerja sebagai kuli kasar, itu pun jika ada yang membutuhkan tenaganya. Selama ini kata Ia, belum ada bantuan dari pemerintah baik itu pemerintahan desa setempat, Kecamatan ataupun Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi.

BACA JUGA :  SGC Sudah Sebulan Tutup Pedagang Angkat Bendera Putih, ini kata Pj. Bupati Bekasi
Karman (50) warga Kampung Galian RT 03 RW 03 Desa Sukakerta Kecamatan Sukawangi Kabupaten Bekasi Jawa Barat
Rumah dengan kamar tanpa sekat milik Karman (50) warga Kampung Galian RT 03 RW 03 Desa Sukakerta Kecamatan Sukawangi Kabupaten Bekasi Jawa Barat

“Ada juga bantuan warga ngasih pasir, tapi udah lama sampai sekarang cuma ada pasir doang, itu sedikit, ” ucap Karman sambil menunjukan tumpukan pasir yang sudah mulai berguguran terbawa air hujan.

Begitupun dikatakan tetangga Karman yang biasa dipanggil Ba Santi, kata Ia miris memang melihat kediaman guru ngaji gegara rumahnya takut roboh sampai tidak lagi mengajarkan anak – anak sekitar mengaji.

“Kasihan emang, sampai sekarang belum ada bantuan dari pemerintah, saya berencana mau cari bantuan warga buat dandanin rumahnya, ” ujarnya. (red).

banner 728x90 banner 728x90 banner 728x90 banner 20x50 banner 20x50 banner 20x50
  • Bagikan
error: POTRETJABAR.COM