BEKASI  

Satire Infinity Untuk Kartika dari GPO KKPMP

PJ. BEKASI – Hanya karena adu mulut, RP (49) tewas bersimbah darah di lahan parkir Tempat Hiburan Malam (THM), Kartika di Kawasan MM2100 Ruko Mega Mall Cikarang Barat Cibitung, Minggu (8/1/23).

Sontak, atas kejadian itu Ketua Garda Pertahanan Organisasi Kesatuan Komando Pembela Merah Putih (GPO KKPMP) Markas Daerah Kabupaten Bekasi, Affandi berbelasungkawa sedalam-dalamnya atas meninggalnya putra terbaik Pemuda Pancasila Kabupaten Bekasi tersebut.

Tak hanya itu, Affandi juga mengaku pilu karena pemerintah Kabupaten Bekasi terkesan tak serius untuk menutup semua THM yang berkedok rumah makan atau restoran pada izin-izinnya.

BACA JUGA :  Penuhi Undangan Kades Banjarsari, GPO KKPMP Bicara Soal IPM

“Pemerintah harus bertanggung jawab atas apa yang sudah terjadi. Sebelum menjadi tempat pemicu kekerasan, THM juga menjual minum-minuman keras yang sampai pada saat ini Pemkab Bekasi sendiri tidak mau ambil retribusi,” cetus Affandi.

Affandi juga mengatakan, ketidakseriusan Pemkab Bekasi dalam menutup seluruh THM di teritorial kerjanya, karena satu sama lainnya tidak kompak dan terlihat sporadis.

“Bagaimana tidak sporadis, Tim Khusus besutan Dani Ramdan (Bupati) saja stuck,” ujarnya juga.

BACA JUGA :  Dani Rekomendasikan UMK 2023 Naik 10 Persen

Dari tewasnya anggota Ormas sehari yang lalu, Affandi juga mengungkit infinity yang saat ini sudah berganti nama. Kata Affandi, THM tersebut ditutup secara permanen, dengan dalih telah melanggar Perda Nomor 3 Tahun 2016 Pasal 47.

“Jika Infinity menjadi pemicu ramainya THM, kenapa Kartika juga tidak diramaikan untuk ditutup. Hal ini dikarenakan, ada dugaan korban tewas setelah almarhum berkunjung ke Kartika (THM). Jika memang benar korban dari Kartika, coba lah tengok CCTV-nya,” pungkas Affandi. (rm)

error: POTRETJABAR.COM