Sejak PPKM Diterapkan Pegadaian di Bekasi Kebanjiran Nasabah

  • Bagikan
IMG 20210804 WA0010
Calon Nasabah mengantri di Pegadaian di Desa Sukaraya Kecamatan Karangbahagia Kabupaten Bekasi, Rabu (04/08/21).

PJ. BEKASI – Sejak diberlakukannya penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat level 4 di Kabupaten Bekasi, antusias masyarakat datang ke Pegadaian cukup tinggi. Kebanyakan mereka datang untuk menggadaikan perhiasan, barang elektronik, hingga surat-surat berharga.

Salah satunya di kantor Pegadaian unit Sukamantri, di Jalan Raya Cikarang Sukatani, Desa Sukaranya, Kecamatan Karang Bahagia yang kebanjiran nasabah, bahkan terjadi peningkatan transaksi hingga 100 persen lebih selama diterapkannya aturan PPKM level 4.

Kepala unit kantor pegadaian Sukamantri Anggasyah menuturkan, peningkatan nasabah yang datang menggadaikan perhiasan, barang elektronik, serta surat berharga mengalami peningkatan, sebelumnya ada 100 orang nasabah perharinya, saat ini mencapai 250 orang nasabah yang bertransaksi di kantor pegadaian tersebut.

BACA JUGA :  Kejari Kabupaten Bekasi Ringkus Buronan Mafia Tanah

“Kita transaksi biasanya perhari 100 nasabah sekarang hampir 250 perhari, biasa kita hari Sabtu buka pelayanan ini kita tutup pelayanan sehingga pada hari senin sampai jumat itu makin banyak nasabah yang datang” tuturnya.Rabu (04/08/21).

Ia juga mengatakan, kemungkinan faktor yang menyebabkan lonjakan jumlah nasabah tersebut akibat tingginya kebutuhan uang bagi masyarakat di masa penerapan PPKM Darurat menjadi faktor terjadinya lonjakan nasabah di kantor pegadaian unit Sukamantri.

“Mungkin itu kebutuhan masyarakat lagi meningkat, karna untuk dijual mungkin agak susah karna kebanyakan toko emas kan tutup ya, jadi solusinya masuk ke pegadaian dulu” lanjutnya.

IMG 20210804 WA0011
Pegadaian di Bekasi Kebanjiran Nasabah

Siti Fatimah (35) Warga Sukaraya yang datang untuk menggadaikan perhiasannya mengaku terpaksa lantaran menurunnya omset berjualan sembako di rumahnya, membuatnya memilih untuk menggadaikan sebagian perhiasan sebagai modal usaha, serta guna menutupi kebutuhan lainnya.

BACA JUGA :  Pagelaran Seni Budaya Sekolah Alam Prasasti Bentuk Sinergitas Menjaga Kearifan Lokal

“Iya, dimasa seperti ini dagang juga sepi turun drastis penjualan. jadi ini juga buat kebutuhan anak masuk sekolah,” ungkap Fatimah.

Dirinya juga beralasan, memilih pegadaian karna bunga pinjaman atau yang biasa disebut sewa modal hanya sebesar 1,05 persen, dan memiliki tenggan waktu yang cukup panjang, serta adanya kemudahan untuk mengulang masa pembayaran hanya cukup membayar sewa modal selama 4 bulan.

“Disini lebih gampang, nanti kalau ekonomi baik bisa kota tebus lagi” tutupnya.(Ade)

  • Bagikan
error: POTRETJABAR.COM